Rendezvous 2026 sukses digelar Istora Senayan, Jakarta, pada 25 Juli lalu. Pentas seni tersebut dipadati oleh ribuan penonton.
Sejak siang hari, para pelajar, mahasiswa, alumni, orang tua murid, keluarga dan penikmat seni mulai mengantre di pintu utama hingga selepas senja.
Rendezvous 2026 dibuka oleh Ketua Pelaksana Alif Wirahuda Bramaputra, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Labschool Cirendeu Raidil Fitran, Kepala BPH Labschool Cirendeu Arissetyanto Nugroho, Kepala BPS Labschool UNJ Totok Bintoro, dan Ketua POMG SMA Labschool Cirendeu Estrelita Siti Amalia.
Setelah doa bersama yang dipimpin oleh siswa kelas 12, La Ode Nawal Widad, pentas seni ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan siswa-siswi SMA Labschool Cirendeu.
Para bintang tamu muncul di atas panggung jelang sore hari, mulai dari SORE feat. Bilal Indrajaya, Maliq & D’Essentials dan The Bakuucakar feat. Shabrina Leanor membuat suasana festival semakin menghangat.
Setelah jeda Maghrib, panggung Rendezvous 2026 kembali diguncang oleh penampilan spektakuler King Nassar. Ribuan penonton yang memenuhi Istora Senayan langsung ikut bernyanyi dan berjoget bersama penyanyi dangdut tersebut.
“Aku tuh enggak nyangka Gen-Z seperti anak Labschool yang keren ini tau lagu-laguku dan mau joged bareng,” kata pelantun lagu Seperti Mati Lampu tersebut.
Setelah merasakan 'healing' lewat penampilan Nassar, penonton kembali diajak bernyanyi bareng GIGI. Rendezvous 2026 ditutup dengan penampilan dari Raisa.
Panitia Rendezvous 2026 SMA Labschool Cirendeu tidak main-main dalam menyiapkan event ini. Jauh hari sebelum acara dimulai, seluruh panitia mendapatkan seminar pembekalan tentang cara menyiapkan acara pentas seni dari para tokoh profesional industri kreatif Tanah Air seperti Untari Wardhana dan Ezar Pramananda Darnadi.
"Sambil menyusun kepanitiaan, kami mulai merancang acara, menggali berbagai ide, berdiskusi dengan kakak-kakak alumni, mencari vendor, mengurus perijinan, berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut," tutur Alif.
Pentas Seni Rendezvous 2026 hadir sebagai hasil dari perjalanan panjang perencanaan, koordinasi, kolaborasi dan perjuangan ratusan siswa-siswi SMA Labschool Cirendeu.
Mengusung tema Wish Upon the Rendezvous, Rendezvous tahun ini mengajak setiap pengunjung memasuki dunia seni yang terinspirasi dari Arabian Nights, sebuah konsep acara imajinatif yang merepresentasikan harapan, keberanian, dan imajinasi dalam mengejar mimpi setinggi langit.
"The success of Rendezvous cannot be measured by a single night, but by the countless moments of trust, resilience, and dedication that made that night possible." Semangat ini menjadi latar belakang hadirnya kembali Rendezvous yang terus berkembang menjadi lebih dari sekadar pentas seni sekolah.
Rendezvous menjadi wadah bagi pelajar SMA Labschool Cirendeu untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman nyata mengelola acara berskala besar secara profesional.
Ratusan siswa terlibat dalam acara tersebut dalam hal pengembangan konsep, produksi, hubungan media, dan kerja sama sponsor.
"Pensinya anak SMA Labschool Cirendeu ini adalah sebuah tempat pembibitan terbaik untuk SDM unggul. Indonesia tidak akan kekurangan promotor, produser, designer atau musisi hebat di masa depan karena generasi mudanya sudah terlatih membuat festival sebesar ini sejak bangku sekolah," ungkap Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar.
Tidak hanya berfokus pada hiburan, Rendezvous juga mengedepankan nilai sosial dan lingkungan melalui kerja sama dengan berbagai mitra dan sponsor pendukung. Rendezvous 2026 memiliki program keselamatan untuk seluruh panitia dan pengunjung festival melalui perlindungan asuransi jiwa.
Selain itu, Rendezvous juga mengedepankan kepedulian lingkungan melalui program pengelolaan limbah sampah sepanjang acara berlangsung. Kehadiran karya instalasi dekorasi yang dibuat dari tutup botol plastik daur ulang menjadi simbol bahwa kreativitas dan kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan.
Program sustainability ini diharapkan bisa mengajak pengunjung untuk melihat potensi baru dari material yang sering kali dianggap sebagai limbah buangan menjadi sebuah karya seni.
Pengalaman festival semakin lengkap tentunya melalui berbagai aktivitas interaktif, instalasi tematik, serta tenant food and beverage (F&B) yang menghadirkan beragam pilihan kuliner.
Kehadiran tenant tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha dan UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada ribuan pengunjung selama acara berlangsung.






Komentar (0)