jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melakukan pertemuan dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Pertemuan itu untuk membahas rencana kolaborasi PANDI dan Kementerian Kebudayaan dalam menyemarakkan Hari Aksara Internasional melalui kegiatan yang mendorong masyarakat untuk mengenal, menggunakan, dan menghidupkan kembali aksara Nusantara.
BACA JUGA: HISKI Dukung Taufiq Ismail Terima Nobel Sastra, Begini Respons Fadli Zon
Selain itu, mereka juga mengadakan lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara. Lomba itu diharapkan bisa menjadi ruang partisipasi publik, khususnya bagi generasi muda, pelajar, komunitas budaya, pegiat literasi, dan masyarakat luas.
Melalui format dongeng anak, aksara Nusantara diperkenalkan dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan dekat dengan keluarga.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya digitalisasi aksara Nusantara sebagai bagian dari upaya menjaga identitas bangsa.
BACA JUGA: Menbud Fadli Zon Umumkan Delapan Artefak Papua Kembali ke Tanah Air
“Pertemuan ini membahas inisiatif digitalisasi aksara Nusantara sebagai upaya untuk menjaga dan merawat identitas bangsa, melalui domain .id yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga membahas terkait inisiatif peluncuran domain dan lomba menulis dongeng anak menggunakan Aksara Nusantara di ruang digital,” ujar Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam siaran persnya, Senin (3/8).
Dia mengapresiasi inisiatif yang berkontribusi terhadap pemajuan kebudayaan, khususnya dalam menjadikan aksara Nusantara sebagai warisan budaya yang hidup (living heritage).
BACA JUGA: Perkuat Indentitas Digital Pulau Dewata, Pandi Siap Merilis Domain .Bali
“Kami mengapresiasi berbagai inisiatif yang dapat berkontribusi dalam menjaga dan merawat identitas budaya bangsa. Kami juga berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” tambah Fadli Zon.
Ketua PANDI Isnawan Aslam menyampaikan bahwa lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara merupakan bagian dari komitmen PANDI untuk mendukung pemanfaatan aksara lokal di ruang digital.
Menurutnya, aksara Nusantara tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga perlu diperkenalkan kembali melalui medium yang relevan dengan generasi masa kini.
“PANDI melihat aksara Nusantara sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dirawat dan dihidupkan, termasuk di ruang digital. Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah,” ujar Isnawan.
Isnawan menambahkan pendekatan melalui dongeng anak dipilih karena memiliki kekuatan edukatif dan kultural yang dekat dengan masyarakat.
Dongeng tidak hanya menjadi media bercerita, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai, imajinasi, bahasa, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri sejak dini.
Dia menilai Hari Aksara Internasional menjadi momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat melihat kembali pentingnya aksara sebagai bagian dari jati diri budaya bangsa.
Di tengah perkembangan teknologi dan ruang digital yang semakin cepat, aksara Nusantara perlu terus diperkenalkan dengan cara yang relevan, partisipatif, dan mudah diakses.
Lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pengelola domain .id, sekolah, komunitas aksara, pegiat literasi, akademisi, dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat literasi budaya dan digital, sekaligus menjadikan aksara Nusantara sebagai warisan yang tetap digunakan dan berkembang.
Pendaftaran lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara dibuka mulai 8 Agustus 2026.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, PANDI berharap inisiatif ini dapat memperluas pemanfaatan aksara Nusantara di ruang digital.
Dengan demikian, aksara daerah tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari masa depan identitas digital Indonesia. (ddy/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... PANDI Sebut Jumlah Pengguna Nama Domain .Id Tembus 1,4 Juta Pada 2025
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian





Komentar (0)