Israel Sampaikan Keberatan ke AS soal Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (tengah) berbicara dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (kiri) jelang pemakaman Senator Lindsey Graham di Washington, AS, Selasa (28/7/2026). (Sumber: AP Photo/Jacquelyn Martin)

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Israel menyatakan telah menyampaikan "kekhawatiran keamanan yang serius" kepada Gedung Putih terkait kesepakatan pelucutan senjata Hamas yang dimediasi Amerika Serikat (AS). 

Pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan militer Israel tidak akan menarik pasukan dari Jalur Gaza sebelum Hamas benar-benar menyerahkan seluruh persenjataannya.

Doron Spielman, juru bicara kantor Perdana Menteri Israel, mengatakan keberatan tersebut telah disampaikan kepada Gedung Putih. 

Pernyataan itu menjadi komentar publik pertama dari pemerintah Israel sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut.

Menurut penilaian intelijen Israel, Hamas masih berfokus membangun kembali kekuatan militernya, merekrut anggota baru, dan membangun kembali infrastruktur militernya, alih-alih menjalankan proses pelucutan senjata.

Baca Juga: Serangan Udara Israel Hantam Masjid di Kota Gaza, Tenda Pengungsian Ikut Hancur | KOMPAS PETANG

"Penilaian kami adalah jika kami menarik pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti, mereka akan dengan cepat memperluas kehadirannya di seluruh Gaza, membangun kembali infrastruktur terorisnya, kembali mengancam komunitas Israel, dan berupaya melancarkan serangan seperti 7 Oktober," kata Spielman, seperti dilansir Associated Press, Senin (3/8/2026).

Ia menegaskan, pelucutan senjata tidak dapat dimaknai secara simbolis.

"Melucuti senjata berarti menyerahkan senjata secara fisik. Tidak kurang dari itu," tegasnya.

Isi Kesepakatan yang Dimediasi AS

Rencana gencatan senjata 20 poin yang diumumkan Trump mengharuskan Hamas menyerahkan seluruh persenjataannya dan menghancurkan jaringan terowongan. 

Kesepakatan tersebut juga mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina, pengerahan pasukan keamanan internasional, serta dimulainya proses rekonstruksi wilayah tersebut.

Trump menyatakan implementasi kesepakatan akan dilakukan melalui "fase-fase yang disusun secara cermat", sehingga setiap tahapan bergantung pada terpenuhinya persyaratan yang telah disepakati.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Bocorkan Isi Pertemuan dengan Trump di Gedung Putih

Berdasarkan salinan dokumen yang diperoleh dan diverifikasi Associated Press, seluruh senjata milik kepolisian yang berada di bawah pemerintahan Hamas akan dialihkan kepada National Committee for the Administration of Gaza, sebuah komite teknokrat Palestina yang didukung AS, setelah lembaga tersebut mulai beroperasi di Gaza.

Setelah komite Palestina mulai bertugas dan pasukan internasional dikerahkan, proses penonaktifan, penyimpanan senjata berat, pembongkaran fasilitas produksi militer, serta penghancuran jaringan terowongan akan dimulai. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • Israel
  • Hamas
  • Benjamin Netanyahu
  • Donald Trump
  • pelucutan senjata Hamas
  • Gaza
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Awal Mula Ruben Onsu Dijodohkan dengan Catherine Wilson Terungkap, sang Artis Beberkan Pertemuan Tak Terduga
• 7 jam lalu
0
thumb
Neraca Perdagangan RI Juni 2026 Kembali Defisit USD450 Juta
• 9 jam lalu
0
thumb
Kapal Pertamina MT Transko Arafura Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
• 6 jam lalu
0
thumb
Korban Kapal Terbakar di Perairan Sumenep Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak
• 20 jam lalu
0
thumb
Kapal Pertamina MT Transko Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.