JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Sebanyak 24.310 bibit mangrove ditanam secara serentak di lima titik strategis kawasan pantai Jakarta.
Aksi pelestarian ekosistem pesisir Jakarta Utara pada Minggu, 26 Juli 2026 itu merupakan upaya jangka panjang memperkuat benteng alami ibu kota dari ancaman abrasi dan banjir rob.
BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 3 Agustus 2026, Cek Lokasinya!
Penanaman mangrove yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, tersebut melibatkan hampir 400 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, pelajar, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga masyarakat.
"Hari ini kita menargetkan penanaman 24.310 bibit mangrove dengan melibatkan sekitar 400 peserta," ujar Rano Karno di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan 500 Tahun Jakarta.
Penanaman dilakukan di sejumlah lokasi penting, yakni Hutan Produksi Angke Kapuk, Pos 2 Hutan Lindung Angke Kapuk, Ecomarine Muara Angke, kawasan KOMMA, serta Pelabuhan PT KCN.
Bagi Jakarta, mangrove bukan sekadar tanaman pesisir.
BACA JUGA:25 Ruas Jalan Diberlakukan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 3 Agustus 2026, Di Mana Saja?
Keberadaannya memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami dari gelombang laut, menahan abrasi, hingga mengurangi dampak banjir rob yang kerap melanda wilayah utara ibu kota.
Rano Karno menekankan pelestarian mangrove tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar upaya ini berkelanjutan.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan partisipasi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, penanaman mangrove harus diikuti dengan perawatan dan pengawasan yang berkelanjutan.
Tanpa itu, bibit yang ditanam berisiko tidak tumbuh optimal.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »






Komentar (0)