CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 38 orang hingga Minggu. Di saat yang sama, lebih dari 9.200 warga masih mengungsi di ratusan pusat evakuasi yang dibuka pemerintah setempat.
Sebanyak 210 pusat evakuasi telah beroperasi untuk menampung warga yang terdampak gempa. Ribuan pengungsi masih bertahan di lokasi evakuasi sambil menunggu kondisi dinyatakan aman dan layanan dasar kembali pulih.
Selain menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan gangguan terhadap infrastruktur dan layanan publik. Hingga kini, sebanyak 1.590 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik. Sementara itu, 46.800 rumah tangga belum mendapatkan pasokan air bersih, dan 8.700 rumah tangga masih tanpa layanan gas.
Kerusakan bangunan juga cukup luas. Berdasarkan data hingga Minggu (2/8), sekitar 3.400 rumah mengalami kerusakan, sedangkan 181 rumah dilaporkan hancur total.
Sebelumnya, pada 28 Juli, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Kumamoto. Gempa tersebut juga memicu peringatan tsunami untuk Teluk Ariake dan Teluk Yatsushiro.
Pemerintah daerah bersama tim penyelamat terus melakukan penanganan darurat, termasuk memastikan kebutuhan para pengungsi serta memulihkan layanan dasar di wilayah yang terdampak.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya media nasional seperti Kompas, Antara, atau detikcom dengan struktur piramida terbalik yang lebih kuat untuk kebutuhan publikasi online.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Antara





Komentar (0)