EtIndonesia.com Belakangan ini, kasus penyakit menular kembali meningkat di berbagai wilayah daratan Tiongkok. Banyak daerah melaporkan munculnya kasus demam. Di media sosial, banyak warganet mengatakan bahwa mereka kembali “positif COVID-19”, sementara rumah sakit dipenuhi pasien. Seorang dokter di Provinsi Shandong mengungkapkan bahwa unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit telah penuh sesak, tempat tidur habis, bahkan pasien terpaksa berbaring di lantai.
Pada 31 Juli, seorang dokter asal Shandong sekaligus pengguna Weibo dengan nama “Hou Dabao” (猴大寶) menulis: “Unit gawat darurat rumah sakit sudah penuh sesak. Bahkan lantai pun sudah tidak ada tempat untuk berbaring. Pasien COVID-19 atau yang sakit ringan diminta pulang. Pasien pneumonia harus menerima suntikan sambil berdiri atau berjalan. Yang tersisa di UGD semuanya pasien dengan kondisi berat. Tidak ada lagi tempat tidur, benar-benar sudah habis. Mungkin karena cuaca beberapa hari terakhir sangat panas sehingga banyak pasien penyakit berat kambuh. Ada juga banyak kasus infeksi bakteri yang serius. Saya tidak tahu apakah ini karena gelombang COVID-19 kembali meningkat, tetapi kasus yang berat tampaknya tidak semuanya berkaitan dengan COVID-19. Saya juga merasa cuaca memiliki pengaruh tertentu.”
Banyak Warganet Mengaku Demam dan TerinfeksiDi kolom komentar unggahan tersebut, banyak warganet dari berbagai daerah membagikan pengalaman mereka maupun kondisi orang-orang di sekitar yang mengalami demam. Ada sekolah yang melaporkan banyak siswa sakit, bahkan ada satu keluarga yang seluruh anggotanya terinfeksi.
Seorang warganet dari Shandong mengatakan: “Di kelas banyak yang batuk dan pilek. Mata saya sakit, tenggorokan sakit, hidung juga sakit. Kemarin saya diperiksa dan langsung diminta tinggal untuk mendapatkan suntikan. Suhu tubuh saya 37,2°C.”
Ia juga menambahkan:”Satu keluarga teman saya yang berjumlah empat orang semuanya tertular.”
Sementara itu, seorang dokter mengatakan kepadanya:”Ini adalah virus baru. Saya juga tertular.”
(Tangkapan layar dari internet)Warganet dari Jiangsu mengatakan:”Belakangan ini banyak yang hasil tesnya menunjukkan dua garis,” merujuk pada hasil tes positif COVID-19.
Seorang warganet dari Henan menulis : “Kemarin pagi saya tiba-tiba demam 38,5°C. Setelah minum obat, sore hari turun menjadi 37,5°C. Tetapi malamnya naik lagi menjadi 39°C. Setelah minum obat lagi, pagi ini demamnya turun. Saya merasa ini COVID-19 karena gejalanya hampir sama seperti saat pertama kali saya terinfeksi.”
Ia juga mengatakan : “Rasanya belakangan ini banyak dokter yang juga ikut tertular.”
(Tangkapan layar dari internet) Kasus Dilaporkan di Berbagai DaerahPencarian dengan kata kunci “demam” di media sosial Tiongkok menunjukkan banyak laporan kasus demam dan hasil tes positif dari berbagai daerah, termasuk Shanghai, Hangzhou, Shanxi, Beijing, dan wilayah lainnya.
Banyak pengguna media sosial yang mengaku terinfeksi menyebut bahwa varian baru terasa cukup berat, dengan gejala yang lebih parah dan membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Salah seorang warganet menulis : “Saya terlalu percaya dengan rumor di media sosial yang mengatakan bahwa gelombang COVID-19 di kawasan Delta Sungai Yangtze sudah hampir berakhir. Saya jadi tidak melakukan perlindungan apa pun dan akhirnya tertular. Karena terlambat minum obat pada tahap awal, saya mengalami demam, batuk, sakit tenggorokan, bahkan kehilangan indera perasa.”
Warganet lainnya mengatakan:”Rekan kerja saya pergi berlibur ke Hangzhou minggu lalu. Setelah pulang, dia demam. Sekarang beberapa orang di departemen kami juga mulai mengalami sakit tenggorokan. Benar-benar harus tetap menjaga perlindungan diri.”
(Tangkapan layar dari internet) (Tangkapan layar dari internet) (Tangkapan layar dari internet) (Tangkapan layar dari internet) Data ResmiBaru-baru ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok merilis data pemantauan terbaru yang menunjukkan bahwa pada minggu epidemiologi ke-30 tahun 2026 (20–26 Juli), tingkat positivitas COVID-19 di antara pasien dengan gejala mirip influenza yang datang ke rumah sakit sentinel di seluruh Tiongkok telah mencapai 20,3%. Artinya, sekitar satu dari setiap lima pasien dengan gejala mirip influenza yang diperiksa dinyatakan positif COVID-19.
Laporan disusun oleh Li Li / Editor: Li Qian






Komentar (0)