Pedagang Dukung Teras Cihampelas Dibongkar, Keluhkan Kantong Parkir Bikin Pengunjung Sepi

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pedagang di Jalan Cihampelas, Kota Bandung mendukung langkah Pemprov Jawa Barat yang akan membongkar Teras Cihampelas. Mereka berharap setelah pembongkaran dilakukan, omzet jualan kembali naik dan ramai pengunjung.

Salah seorang pedagang pakaian Yanto mengaku tidak mempermasalahkan jika Teras Cihampelas dibongkar. Bagi dia, yang terpenting omzet jualan ramai dan Jalan Cihampelas ramai pengunjung.

Baca Juga
  • Warga Sambut Positif Rencana Pembongkaran Teras Cihampelas
  • Kapan Teras Cihampelas Dibongkar? KDM Ungkap Waktunya
  • KDM Minta Pemkot Bandung Serahkan Pembongkaran Teras Cihampelas ke Pemprov Jabar

"Udah turun (sepi pengunjung) sejak Covid-19. Terus waktu ada kejadian (asusila) ditutup (akses teras Cihampelas)," ucap dia, Senin (3/8/2026).

Ia berharap setelah dilakukan pembongkaran, Jalan Cihampelas kembali ramai pengunjung. Namun, catatan yang perlu dipikirkan pemerintah yaitu kantong parkir yang sulit sehingga membuat pengunjung malas ke Ciwalk.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Sekarang kalau ke Ciwalk mau parkir jauh intinya lahan parkir untuk pengunjung gak ada. Itu yang membuat pengunjung malas datang karena parkirnya susah," kata dia.

Bagi dia, ia berharap omzet berjualan ke depan makin naik dan ramai pengunjung. "Mau dibongkar silahkan aja bagi saya mah jualan ramai dan aman," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan keberadaan Teras Cihampelas yang dibangun tahun 2016 tidak pernah masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW). Bahkan, tidak pernah diterbitkan sertifikat laik fungsi untuk fasilitas di Jalan Cihampelas tersebut.

"Teras Cihampelas itu tidak pernah masuk dalam rencana tata kota," ucap dia belum lama ini.

Ia melanjutkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun tidak dapat mendefinisikan teras Cihampelas itu apakah bangunan, jalan atau jembatan. Oleh karena itu, hingga saat ini tidak dapat diterbitkan sertifikat laik fungsi (SLF).

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suzuki Target Pertahankan Pangsa Pasar Suzuki Fronx di Tengah Gempuran Merek Baru
• 17 jam lalu
0
thumb
Saat Menyambung Hidup di Ujung Setrum, Dipaksa Menjadi Pelaku ”Love Scamming”
• 10 jam lalu
0
thumb
PLN Jelaskan Penyebab Listrik Padam di Jakarta Selatan dan Tangsel
• 6 jam lalu
0
thumb
Impor RI Naik 34,27% Jadi US$26 M di Juli, Terbanyak Disumbang Migas
• 3 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Pastikan Mobil Tangki di Insiden Tanah Bumbu Bukan Armada Operasional
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.