Kala Teratai Situ Bagendit Mengering

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Lutfi dan tiga rekannya memancing ikan di Situ Bagendit, Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026) sore. Umpan kodok tiruan ia lemparkan dengan pancing sejauh 20 meter dan jatuh di antara sela-sela bunga teratai yang mengering. Kekeringan dalam dua bulan terakhir membuat debit air di Situ Bagendit turun hingga 50 sentimeter.

Air di Situ Bagendit sudah surut hingga 50 sentimeter. Kondisi saat ini masih lebih bagus karena ada suplai air dari Bendung Copong. Menurut Lutfi, kekeringan ini berdampak kepada berkurangnya ikan gabus yang berhasil ia tangkap dengan pancing. Jumlah tangkapannya menurun jika dibandingkan saat musim hujan. ”Beginilah kegiatan warga (memancing) Kampung Cai Mukti saat sore menunggu azan maghrib”, kata Lutfi.

Tak hanya memancing ikan dari pinggir Situ Bagendit. Beberapa pemancing menyewa rakit bambu untuk memancing di tengah Situ Bagendit. Surutnya air kala kemarau membuat rakit harus melaju dengan hati-hati. Rakit tersebut melaju menembus sela-sela teratai yang daunnya sudah mengering kecoklatan.

Selain pemancing, warga lainnya menggunakan perahu untuk mengambil sebagian daun teratai yang masih hijau. Daun tersebut dipotong-potong kecil dan digunakan untuk pakan ternak kambing.

Langit semakin gelap. Anak-anak yang bermain layangan di pinggir situ juga sudah mulai menarik benang untuk menurunkan layangan. Mereka bersiap untuk pulang. Pemancing juga demikian. Mereka menarik kail dan mengikatnya. Tak banyak tangkapan hari itu.

Tiga pesepeda bergegas pulang melewati jalan inspeksi Situ Bagendit di ujung Kampung Cai Mukti. Mereka berhati-hati melewati jalan inspeksi yang berlubang besar.

Bangunan bambu apung untuk rekreasi dan makan-makan terbengkalai sejak Covid-19 di ujung Situ Bagendit. Bambu rapuh dan rusak. Wahana permainan bebek air juga hanya terparkir diatas gubuk bambu.

Luas area Situ Bagendit mencapai 124 hektar yang tersebar di Desa Bagendit dan Desa Sukamukti. Sedangkan luas badan air atau genangan air sekitar 87 hektar. Air Situ Bagendit dipasok dari Sungai Cimanuk dengan sub daerah pengariran Sungai Ciojar dan Cibuyutan Selatan.

Terbengkalai

Dari pusat kota Garut, Situ Bagendit berjarak 13 kilometer, berlokasi di sisi kiri jalan raya Garut-Leuwigoong-Limbangan. Obyek wisata air yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan air laut ini sudah ada sejak zaman Belanda.

Cerita rakyat setempat mengisahkan Nyai Bagendit (Nyi Endit) adalah seorang perempuan kaya raya yang sangat pelit dan sombong kepada warga miskin. Genangan air situ ini berasal dari lubang bekas tongkat yang ditancapkan oleh seorang kakek tua yang diusir oleh Nyi Endit karena meminta-minta. Air yang keluar itu makin besar sampai menggenangi rumah dan harta kekayaan Nyi Endit.

Baca JugaKala Budaya Lokal Bertemu dalam Garut International Kite Festival 2026
Baca JugaCerita Orang-orang di Tanah yang Kerontang
Baca JugaKami Sudah Lelah Kesulitan Air, Pak!


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PMJ Selidiki Dugaan Eksploitasi Anak Lewat Siaran Langsung Medsos
• 6 menit lalu
0
thumb
Neraca Perdagangan RI Juni 2026 Kembali Defisit USD450 Juta
• 4 jam lalu
0
thumb
Ditinggal Sepekan di Pinggir Jalan Tebet, Sedan Penuh Debu Ini Dipindah Dishub
• 1 jam lalu
0
thumb
Juara WBC Geisler Ap Siap Tampil di Wamena, Laga Nongelar Jadi Penentu Peringkat Dunia
• 13 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Siap Hadapi Praperadilan Jilid IV Roy Suryo Soal Pencekalan!
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.