Pekan ASI Sedunia: Wamenkes Soroti Pentingnya Ruang Laktasi dan Dukungan Ayah

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Momentum Pekan ASI Sedunia kembali menjadi pengingat pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi tumbuh kembang bayi dan pemulihan kesehatan ibu. Meski kesadaran masyarakat kian membaik, pemerintah mencatat masih ada sejumlah tantangan dalam mencapai target ASI eksklusif nasional.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024, angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia saat ini telah mencapai 55,5 persen.

"Capaian ini bergerak positif, namun perlu upaya bersama sehingga bisa mencapai 73 persen bagi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif berdasarkan target RPJMN 2029. Satu hal yang menggembirakan, empat dari lima ibu sudah memberikan kolostrum (ASI pertama) kepada bayinya," jelas Dante dalam program Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 3 Agustus 2026. 
 

Baca Juga :

Cuti Lahir Indonesia Lebih Baik dari Vietnam Jadi Faktor Keberhasilan ASI Eksklusif

Meski demikian, Dante menyoroti sejumlah tantangan besar yang masih dihadapi selama proses pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya pemahaman teknik menyusui, terbatasnya akses konseling laktasi, belum optimalnya dukungan keluarga, hingga keterbatasan fasilitas ruang laktasi bagi ibu bekerja.

Selain itu, gempuran promosi produk pengganti ASI juga dinilai masih menjadi kendala. "Masifnya iklan susu formula di Indonesia berpotensi membuat ibu menjadi tidak memberikan ASI kepada anaknya," tambahnya.

Fasilitas Laktasi Dukung Produktivitas Perusahaan

Terkait dukungan bagi ibu bekerja, Wamenkes menegaskan bahwa pemerintah melalui berbagai regulasi termasuk UU Ketenagakerjaan dan PP No. 33 Tahun 2012 telah mewajibkan tersedianya fasilitas laktasi di ruang publik dan tempat kerja.

Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh tempat kerja menciptakan lingkungan ramah menyusui dengan menyediakan ruang laktasi yang bersih dan privat, memberikan pumping break, dan membangun budaya kantor yang mendukung.

"Kalau dukungan tempat kerja ini baik, justru akan meningkatkan produktivitas perusahaan. Karena kalau bayinya sehat, ibunya tetap bisa bekerja dan tidak sering izin kantor," ujar Dante.

Peran Ayah Sebagai Support System

Dante menegaskan keberhasilan ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga pada peran ayah dan keluarga. Keterlibatan ayah dalam mengasuh anak dan mendampingi proses menyusui sangat berdampak pada kondisi psikologis ibu.

"Ketika ayah dan keluarga hadir sebagai support system yang kuat, ibu akan merasa lebih tenang dan bahagia. Ini berdampak pada peningkatan hormon oksitosin yang menjadi kunci utama kelancaran produksi ASI," ungkap Dante.

Secara medis, pemberian ASI eksklusif tidak hanya menekan angka kematian bayi akibat infeksi dan diare, tetapi juga mempercepat pemulihan ibu pasca-melahirkan, mencegah baby blues syndrome, hingga menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabinet Bayangan: Sistem Check and Balance yang Sesungguhnya
• 2 jam lalu
0
thumb
Video: Pemerintah Siap Gelontorkan Bansos Beras Senilai Rp 17,52 T
• 4 menit lalu
0
thumb
Tampil di GIIAS 2026, Booth MyPertamina Hadirkan Beragam Inovasi untuk Dorong Industri Otomotif Nasional
• 15 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Roadmap Transisi Pendanaan Makan Bergizi Gratis Usai Putusan MK
• 21 jam lalu
0
thumb
Ustaz Firdaus Wafat Saat Ceramah soal Kematian, Ini Sosoknya di Mata Warga
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.