Tekanan terhadap Infantino mencuat setelah terungkapnya proposal kontroversial untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, termasuk perusahaan investasi yang dikaitkan dengan keluarga Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga :
Pejabat FIFA Bongkar Rencana Gianni Infantino Jual Hak Komersial Piala DuniaMeskipun FIFA akhirnya membatalkan proposal tersebut melalui pernyataan resmi, banyak pihak menilai langkah itu belum cukup untuk memulihkan kepercayaan para pemangku kepentingan sepak bola dunia.
"Setelah mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan yang ada, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sesuai dengan tujuan awal yang ingin dicapai. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan," tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
UEFA Ingin Lengserkan Infantino
Upaya untuk melengserkan Gianni Infantino dipelopori oleh UEFA yang secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan presiden FIFA tersebut.
"Kami tidak bisa terus menjalankan sepak bola dengan skema rahasia yang disusun secara terburu-buru oleh pihak-pihak yang tidak jelas identitasnya. Kami harus mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab dan meminta mereka mempertanggungjawabkan tindakannya," tulis UEFA dalam pernyataan resminya.
Baca Juga :
Konflik FIFA dan UEFA Memanas, Ceferin Boikot Final Piala Dunia 2026Untuk menggulingkan Infantino yang menjabat sejak 2016, UEFA secara matematis memiliki peluang untuk mengajukan Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda mosi tidak percaya.
Berdasarkan Statuta FIFA, usulan tersebut membutuhkan dukungan sedikitnya 20 persen dari total 211 asosiasi anggota atau sekitar 43 federasi, sementara UEFA sendiri memiliki 55 asosiasi anggota.
Posisi Infantino Semakin Terancam
Upaya menggulingkan Gianni Infantino menjadi ironi tersendiri. Presiden FIFA asal Swiss itu terpilih pada 2016 dengan janji mereformasi federasi setelah era Sepp Blatter yang diguncang skandal korupsi.
Namun, masa kepemimpinannya belakangan justru diwarnai berbagai kontroversi, termasuk dugaan intervensi politik dalam pengambilan keputusan FIFA.
Baca Juga :
FIFA Resmi Batalkan Rencana Penjualan Hak Komersial Piala DuniaSalah satu sorotan mengarah pada komunikasi intensif Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut melobi FIFA terkait pencabutan sanksi kartu merah terhadap penyerang timnas AS, Folarin Balogun.
Rangkaian polemik tersebut, ditambah kontroversi rencana komersialisasi hak Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan, membuat posisi Infantino berada di bawah tekanan besar terhadap kelanjutan kepemimpinannya di FIFA.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)