PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp215 miliar.
IDXChannel - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp215 miliar. Angka tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan, penguatan operasional, disiplin pengelolaan biaya, serta optimalisasi bisnis yang dijalankan perseroan secara konsisten. Hingga akhir Juni 2026, BWPT mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,26 triliun, naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain memperkuat kinerja operasional, perseroan juga terus menjaga kondisi keuangan dengan melunasi pokok dan bagi hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A secara penuh dan tepat waktu menggunakan kas internal.
Dengan pelunasan tersebut, seluruh kewajiban atas instrumen sukuk telah berakhir dan perseroan tidak memiliki surat utang yang jatuh tempo pada Semester II-2026. Kondisi ini memberikan ruang yang lebih besar bagi perseroan untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan daya saing.
Direktur Utama PT Eagle High Plantations Tbk Henderi Djunaidi mengatakan pencapaian tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan dalam membangun perusahaan yang semakin kuat dari sisi operasional, keuangan, dan keberlanjutan.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui fondasi keuangan yang kuat, operasional yang semakin efisien, serta tata kelola yang bertanggung jawab. Pelunasan sukuk ini menjadi salah satu bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan seluruh agenda strategis perusahaan tetap berjalan sesuai rencana,” ujar Henderi dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Dalam menjaga pertumbuhan bisnis, BWPT menjalankan transformasi melalui tiga fokus utama, yakni peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, penguatan fondasi keuangan, serta integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis.
Dari sisi operasional, perseroan terus memperluas kapasitas pengolahan melalui penyelesaian mill extension dan pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP). Fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah lini bisnis baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit.
BWPT juga mengembangkan Biogas Power Plant di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya optimalisasi limbah menjadi energi terbarukan. Selain itu, perseroan menjalankan berbagai program strategis seperti new planting, pengembangan kemitraan Plasma Mandiri, persiapan replanting, serta penerapan sistem digital dan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga terus diperkuat melalui kepemilikan sertifikasi RSPO, ISPO, dan EUDR sebagai bentuk penerapan praktik perkebunan yang bertanggung jawab sesuai standar nasional maupun internasional. Di pasar modal, BWPT juga tercatat sebagai konstituen sejumlah indeks berbasis keberlanjutan, seperti Indeks SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Henderi menegaskan seluruh pencapaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi yang dilakukan perseroan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja saat ini, tetapi juga penciptaan nilai jangka panjang.
“Kami tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja hari ini, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan. Penguatan operasional, implementasi teknologi, disiplin keuangan, dan kepemimpinan di bidang ESG menjadi satu kesatuan strategi yang akan membawa BWPT tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Henderi.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)