Kapolres Ogan Ilir AKBP, Rizka Aprianti memimpin langsung kegiatan mitigasi dan patroli di sejumlah titik Hotspot. Kegiatan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir pada Sabtu, kemarin.
Upaya penanggulangan tersebut turut dihadiri oleh para Kapolsek jajaran sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan.Kejadian ini melibatkan personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, dan BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Tim Manggala Agni beserta unsur terkait lainnya juga ikut tergabung dalam operasi di lapangan. Hal ini merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla.
Setidaknya ada enam lokasi yang menjadi sasaran utama kegiatan mitigasi ini. Wilayah tersebut meliputi Desa Embacang dan Desa Talang Tengah Laut di Kecamatan Lubuk Keliat serta Desa Kelampadu di Kecamatan Muara Kuang. Area lainnya adalah Desa Kelampaian di Kecamatan Rantau Alai, Desa Ibul Besar I di Kecamatan Pemulutan Selatan, serta Desa Palemraya di Kecamatan Indralaya Utara.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala seperti lokasi Hotspot yang berada di kawasan rawa dan minimnya akses jalan. Beberapa titik juga sulit dijangkau akibat terpisah oleh aliran Sungai Ogan serta terkendala ketiadaan jaringan komunikasi. Meski demikian, personel tetap berkoordinasi dengan warga dan memantau kondisi api guna memastikan situasi terkendali.
Tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia berkat dukungan personel lintas instansi. Seluruh titik api berhasil dipadamkan berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan. Petugas terus melakukan Monitoring di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa asap.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa mengenal lelah.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, para Kapolsek jajaran, serta seluruh unsur terkait yang telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan kerja sama yang luar biasa di lapangan. Berkat sinergi seluruh pihak, titik-titik api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan situasi tetap kondusif," ujar Kapolres pada keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).
Selain mengapresiasi kerja keras petugas, ia juga memberikan imbauan tegas kepada warga setempat. Pihaknya meminta kesadaran masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu kebakaran lahan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena selain melanggar hukum, juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat, merusak lingkungan, serta menimbulkan kerugian yang besar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan," tegas Kapolres.
Melalui kegiatan mitigasi ini, Polres Ogan Ilir berkomitmen terus meningkatkan patroli dan deteksi dini Karhutla. Respons cepat terhadap setiap kejadian juga akan dioptimalkan bersama jajaran instansi terkait. Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan wilayah Kabupaten Ogan Ilir yang aman dan bebas dari bencana kebakaran lahan.
(prf/ega)






Komentar (0)