Teheran (ANTARA) - Menteri Pertahanan sementara Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebn-e-Reza, mengatakan bahwa negaranya menganggap setiap ancaman dari pihak musuh sebagai ancaman yang nyata dan layak mendapat perhatian serius.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ebn-e-Reza melalui pesan yang diunggah di akun media sosialnya pada Minggu sebagai tanggapan atas ancaman dari pihak yang disebutnya sebagai musuh.
“Pernyataan musuh baru-baru ini, meskipun disampaikan dalam kerangka operasi psikologis dan perang kognitif, tetap kami pandang sebagai ancaman yang nyata dan kredibel,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan lengah ataupun bersikap pasif.
“Kami menjadikan setiap ancaman sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat pencegahan, dan mengembangkan kemampuan kami,” ujarnya.
Pernyataan menteri Iran itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran menyusul peringatan keras dari para pejabat Iran bahwa setiap agresi baru dari AS maupun Israel akan dibalas secara tegas.
Adapun pada Sabtu malam (1/8), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bahwa Teheran tetap siap mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya.
“Setiap tindakan permusuhan oleh Amerika Serikat atau Israel, maupun keterlibatan atau kerja sama oleh negara-negara kawasan dalam tindakan semacam itu, akan mendapat respons yang tegas dan proporsional dari angkatan bersenjata Iran yang kuat,” kata Araghchi.
Sumber: IRNA
Baca juga: Trump batalkan rencana serangan ke Iran untuk beri ruang perdamaian
Baca juga: Iran sebut akan gunakan segala cara bela hak dan keamanan nasional
Baca juga: Iran kecam AS gunakan isu Selat Hormuz sebagai dalih serangan
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ebn-e-Reza melalui pesan yang diunggah di akun media sosialnya pada Minggu sebagai tanggapan atas ancaman dari pihak yang disebutnya sebagai musuh.
“Pernyataan musuh baru-baru ini, meskipun disampaikan dalam kerangka operasi psikologis dan perang kognitif, tetap kami pandang sebagai ancaman yang nyata dan kredibel,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan lengah ataupun bersikap pasif.
“Kami menjadikan setiap ancaman sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat pencegahan, dan mengembangkan kemampuan kami,” ujarnya.
Pernyataan menteri Iran itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran menyusul peringatan keras dari para pejabat Iran bahwa setiap agresi baru dari AS maupun Israel akan dibalas secara tegas.
Adapun pada Sabtu malam (1/8), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bahwa Teheran tetap siap mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya.
“Setiap tindakan permusuhan oleh Amerika Serikat atau Israel, maupun keterlibatan atau kerja sama oleh negara-negara kawasan dalam tindakan semacam itu, akan mendapat respons yang tegas dan proporsional dari angkatan bersenjata Iran yang kuat,” kata Araghchi.
Sumber: IRNA
Baca juga: Trump batalkan rencana serangan ke Iran untuk beri ruang perdamaian
Baca juga: Iran sebut akan gunakan segala cara bela hak dan keamanan nasional
Baca juga: Iran kecam AS gunakan isu Selat Hormuz sebagai dalih serangan






Komentar (0)