REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Militer Iran pada Ahad (2/8/2026) membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Teheran meminta AS membatalkan serangan. Iran menyebut klaim Trump sebagai "sebuah kebohongan baru", demikian dilaporkan Mehr News.
Sumber di kalangan militer Iran juga menggambarkan pernyataan Trump lewat Truth Social sebagai suatu upaya putus asa untuk menekan negara-negara Teluk Persia. Militer Iran menegaskan pihaknya tetap berada dalam level kesiagaan tertinggi dan sangat siap merespons serangan musuh.
Baca Juga
Trump TACO Usai Iran Ancam Kembalikan Timur Tengah ke 'Zaman Batu' dan Lobi MBS
Trump Marah Besar di Balik Pintu, Dampak Perang Iran tak Berujung yang Keluar Kendali?
Trump Sebut Pejuang Palestina Setuju Lucuti Senjata, Ini Keberatan dari Jihad Islam
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dia setuju untuk membatalkan serangan terbaru terhadap Iran.
"Kami telah diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya, untuk membatalkan serangan apapun dalam perimeter sebuah kesepakatan telah disetujui," kata Trump.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Anggota dewan, Ebrahim Rezaei pada Sabtu mengingatkan bahwa, serangan balasan akan menyapu kawasan Timur Tengah jika AS mengebom infrastruktur energi Iran. "Jika Iran diserang, kami akan mengirim seluruh kawasan dan fasilitasnya kembali ke Zaman Batu," kata Rezaei, anggota parlemen yang juga anggota Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Iran dikutip Iran International.
"Adalah kepentingan Anda untuk tidak melakukan hal bodoh." kata Rezaei.
Menurut Rezaei, Washington merasa yakin bisa melancarkan serangan cepat pada akhir pekan ini dan memaksa Iran menyerah. Namun menurutnya, itu adalah sebuah 'ilusi' yang ditanamkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netayahu di pikiran Donald Trump.
خیال می کنند در ۲ روزی که بازار تعطیل است میتوانند یک ضربه کاری و سریع به ما بزنند و ایران را تسلیم کنند؛
توهمی است که نتانیاهو در گوش ترامپ خوانده، اگر به ایران ضربه ای زده شود کل منطقه و تاسیسات آن را به #عصر_حجر بر میگردانیم. به نفعتان هست که حماقت نکنید. — ابراهیم رضایی (@EbrahimRezaei14) August 1, 2026
Komentar (0)