Aceh Besar, VIVA – Kabar menggembirakan datang dari upaya pelestarian satwa liar di Indonesia. Seekor bayi orangutan Sumatra (Pongo abelii) lahir di kawasan Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho, Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar, dari induk bernama Wenda yang telah hidup bebas di habitat alaminya selama lebih dari satu dekade.
Kelahiran tersebut menjadi penanda keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan yang dijalankan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama para mitra konservasi.
Tim Post Release Monitoring (PRM) mengonfirmasi kelahiran bayi orangutan itu pada Selasa, 29 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat melakukan pemantauan, petugas menemukan seekor orangutan betina dewasa sedang menggendong bayinya.
Setelah diamati lebih dekat, orangutan tersebut dipastikan merupakan Wenda. Bayi yang digendong diperkirakan berusia kurang dari sepekan dan berjenis kelamin betina.
Sebelumnya, tanda-tanda kehamilan Wenda telah mulai terpantau sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang terus dipantau tim monitoring.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut kelahiran bayi orangutan tersebut menjadi simbol harapan baru bagi keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia.
Menurut dia, pemerintah akan terus memperkuat berbagai upaya konservasi, termasuk memberantas perdagangan satwa liar ilegal serta memastikan satwa hasil rehabilitasi mampu bertahan hidup dan berkembang biak di habitat alaminya.
Sementara itu, Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho.
“Komitmen untuk menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orangutan sumatera dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar. Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orangutan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga,” katanya, dikutip, 2 Agustus 2026.
Kelahiran bayi orangutan ini juga menjadi bukti bahwa program rehabilitasi mampu mengembalikan satwa ke habitat alaminya hingga dapat berkembang biak secara alami.
Diketahui, Wenda merupakan orangutan sitaan yang diselamatkan dan dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP Sibolangit pada 2009 saat usianya diperkirakan baru sekitar satu tahun.






Komentar (0)