Cari Kerja Apa Saja Asalkan Halal

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Cerita soal sulitnya mendapatkan pekerjaan kerap mewarnai dari satu bursa kerja ke bursa kerja lainnya. Tak sedikit yang mengalami frustrasi tetapi harus tetap kuat dan bertahan menghadapi peliknya situasi.

Tyas Ananda (19) mengetahui bursa kerja (job fair) Jakarta Timur Career Fest & Bazaar dari Instagram. Ia pun bergegas menyiapkan biodata diri (CV) dan berkas lamaran kerja.

Lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini mencoba tetap optimistis. Sudah dua bulan ia mencari kerja ke sana ke mari.

"Buat fresh graduate (lulusan baru), apalagi SMA, itu susah banget. Saingannya banyak. Sudah begitu, kebanyakan lowongan kerja tulisnya cari fresh graduate, tapi ada keterangan tambahan pengalaman minimal 1-2 tahun," ucap Tyas di GOR Ciracas, Jakarta Timur pada Selasa (28/7/2026).

Menurut Tyas, syarat tambahan tersebut tidak relevan. Sebab, kebanyakan lulusan SMA sederajat sepertinya hanya punya pengalaman praktik sekolah atau pemagangan.

Tak habis akal. Ia menambah pengalaman sekaligus peluang dengan mengikuti salah satu kursus di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) milik Pemprov Jakarta.

"Pelatihannya gratis. Banyak benefit, tapi kalau bisa ada program khusus lulusan baru SMA sederajat," ujar Tyas.

Pelatihan kerja berbasis kompetensi di PPKD merupakan salah satu upaya pemerintah membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Kursus bergulir pada tujuh pusat pelatihan kerja berbasis program unggulan kewilayahan.

Di Jakarta Pusat, program PPKD menyasar khusus bidang teknologi Informasi dan komunikasi; di Jakarta Selatan, PPKD untuk tata graha (perhotelan); di Jakarta Timur untuk bidang otomotif, Jakarta Utara fokus pada alat berat; Jakarta Barat khusus tata boga; bidang industri; dan pengembangan las.

Rizky (21) dan teman-temannya berangkat dari Depok, Jawa Barat, ke GOR Ciracas demi berburu pekerjaan lebih mapan. Sebelumnya, ia bekerja di salah satu pergudangan.

"Kerja apa aja yang penting halal," ujar Rizky. Ia lulusan SMA. Informasi bursa kerja diperolehnya dari seorang kenalan.

Selasa pagi hingga siang, Rizky dan teman-teman berkeliling dari satu stan ke stan lainnya untuk mengecek lowongan kerja bidang pergudangan atau terkait. Jika ada peluang, mereka langsung memasukan amplop cokelat berisi CV dan berkas lamaran kerja.

Harapannya satu. Bisa segera bekerja dengan upah layak. "Kerjaan sebelumnya gaji nggak sesuai. Sering molor (gajian) juga, harusnya tanggal 15 diundur ke 21. Akhirnya mengundurkan diri," tutur Rizky.

Baca JugaLowongan Kerja Kasar dan Khusus di Jakarta Banjir Pelamar
Baca Juga”In This Economy”, Belajar Jadi Kru Kapal Pesiar agar Bisa Melayari Dunia
Peluang kerja

Gubernur Jakarta, Pramono Anung sebelumnya dalam konferensi pers Jakarta Budget Talks di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026) menyampaikan sejumlah hal terkait ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 6,03 persen karena dampak program padat karya, magang bagi lulusan SMA dan sederajat, pelatihan reguler, dan layanan pelatihan bergerak melalui mobile training unit.

Ke depannya pemerintah daerah akan memperluas program penempatan tenaga kerja luar negeri. Negara tujuan antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Arab Saudi.

Ini diikuti pelatihan bahasa. Selain mengatasi tantangan komunikasi tenaga kerja, juga meningkatkan kemahiran atau kualitas berbahasa.

Di samping itu, arah perencanaan ketenagakerjaan tahun 2027 adalah daya saing tenaga kerja dalam ekosistem ekonomi kreatif. Ekonomu kreatif diyakini sebagai mesin pertumbuhan baru.

Pemprov Jakarta pada tahun 2026 ini menargetkan 13 bursa kerja, yakni 11 di tingkat wilayah, satu tingkat provinsi, dan satu lagi khusus penyandang disabilitas. Sementara bursa kerja lainnya bekerja sama dengan perusahaan untuk rekrutmen secara langsung (walk-in interview) guna mempercepat penyerapan dan penempatan tenaga kerja.

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta melaporkan hingga triwulan II-2026 sudah dilaksanakan lima bursa kerja hybrid (online dan offline) di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Jakarta Barat Gelombang I, dan kolaborasi (Jakarta Pusat walk-in interview).

Kelimanya melibatkan 149 perusahaan, 734 jabatan, dan 15.550 kuota lowongan kerja. Sementara jumlah pencari kerja mencapai 8.999 orang dengan 12.874 pengajuan lamaran kerja.

"Capaian penempatan tenaga kerja (serapan) belum dapat disampaikan secara final karena proses rekrutmen pada masing-masing perusahaan masih berlangsung," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Syaripudin.

Menurut Syaripudin, seleksi dilakukan secara bertahap, melalui Portal Karir Jakarta dan tahapan rekrutmen lanjutan setelah pelaksanaan bursa kerja. Ini memungkinkan data penempatan tenaga kerja terus diperbarui seiring dengan penyelesaian proses rekrutmen oleh perusahaan.

"Kami berkomitmen, job fair memberikan manfaat nyata bagi pencari kerja maupun perusahaan. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau formalitas," tutur Syaripudin.

Sebagai contoh, perusahaan yang menjadi peserta bursa kerja tidak ikut serta secara otomatis. Perusahaan terlebih dulu diverifikasi dan diseleksi. Mereka setidaknya harus memenuhi persyaratan, kebutuhan tenaga kerja riil, mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan bidang ketenagakerjaan, dan berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian proses rekrutmen.

Syaripudin menambahkan, ada rapat persiapan sebelum mulainya bursa kerja untuk memastikan kesiapan perusahaan peserta. Saat itu dibahas secara rinci soal posisi yang ditawarkan, persyaratan pelamar, mekanisme seleksi, pelaksanaan wawancara hingga alur pelaporan hasil rekrutmen.

"Setelah job fair selesai dilaksanakan, setiap perusahaan wajib menyampaikan laporan perkembangan proses rekrutmen, mulai dari jumlah pelamar yang diterima, jumlah peserta yang lolos ke tahapan seleksi berikutnya hingga jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja," kata Syaripudin.

Laporan ini menjadi bagian pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan bursa kerja. Setelah itu, secara berkala ditindaklanjuti perkembangan penempatan tenaga kerja hasil bursa kerja untuk evaluasi penyelenggaraan sekaligus pengukuran capaian indikator kinerja berbasis data.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ruang Jazz Tawarkan Pengalaman Menikmati Musik Jazz yang Lebih Intim
• 2 jam lalu
0
thumb
Gali Potensi Pasar Indonesia, Anytime Fitness Resmi Operasikan Lebih dari 60 Lokasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Samsung Prediksi Kekurangan Chip Berlangsung hingga 2028
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Ajak Masyarakat Rayakan HUT Ke-81 RI di Monas dengan Pesta Rakyat
• 10 jam lalu
0
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Sifat Terkuat Dirimu
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.