SIDOARJO, KOMPAS — Ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan Utara Madura, Minggu (2/8/2026), berhasil dievakuasi. Data sementara, sebanyak 218 penumpang selamat dan empat lainnya meninggal. Sedangkan puluhan penumpang yang hilang masih terus dicari.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan seluruh penumpang yang berhasil dievakuasi saat ini masih berada di atas kapal penolong. Berdasarkan data sementara terdapat enam kapal penolong yakni Kapal Meratus Pematang Siantar, Tugboat (TB) Hasnur 26, Transco Arafura, Kapal Prakarsa Mas, Kapal Meratus Project 3 dan SC Aila XVII.
“Total penumpang yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 222 orang sebanyak 218 dalam kondisi selamat dan empat meninggal,” ujar Nanang.
Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 109 penumpang dalam kondisi selamat dan 2 orang meninggal, sedangkan TB Hasnur mengevakuasi 65 penumpang selamat dan satu orang meninggal. Adapun Transco mengevakuasi 17 penumpang selamat, sementara Meratus Project 3 mengevakuasi 13 orang selamat dan satu meninggal.
Selain itu Kapal Prakarsa dan Kapal SC Aila mengevakuasi korban selamat masing-masing 7 penumpang. Hingga saat ini belum diketahui apakah para korban penumpang kapal tersebut akan dibawa ke Surabaya atau Sumenep.
Menurut Nanang berdasarkan data manifes penumpang kapal, total terdapat 271 orang termasuk 39 kru atau anak buah kapal (ABK). Dengan demikian diperkirakan terdapat 49 penumpang kapal yang belum ditemukan.
Nanang mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan apakah jumlah penumpang kapal sesuai dengan data manifes. Saat ini tim pencarian dan pertolongan masih fokus pada upaya penyelamatan penumpang yang menceburkan diri ke laut saat terjadi kebakaran di kapal.
Untuk upaya pencarian dan pertolongan penumpang lainnya, saat ini sudah dikerahkan sedikitnya sembilan armada kapal termasuk KN SAR 249 Peramadi dan RIB (Rigid Inflatable Boat) 01 Sumenep milik Pos SAR Sumenep.
Seperti diberitakan sebelumnya, KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar terbakar saat berlayar di perairan utara Pulau Madura Berdasarkan laporan dari lapangan, kejadian kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB di perairan utara Sumenep.
Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam upaya penanganan awal, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan terjadinya kecelakaan kapal, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas. Sebagai informasi pada saat kejadian, kondisi cuaca cerah berawan.
Pada saat yang sama, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P 211 menuju lokasi kejadian, sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung.
Untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan, evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur-unsur yang terlibat dalam proses pertolongan meliputi TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyampaikan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penyelamatan berjalan dengan baik.
"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.
Selain menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, Ditjen Perhubungan Laut bersama seluruh pihak terkait juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk pendirian posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan.
Masyhud menambahkan bahwa proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Ditjen Perhubungan Laut terus memantau perkembangan di lapangan dan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data selesai diverifikasi.
"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.






Komentar (0)