HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persija Jakarta terus bergerak agresif membangun kekuatan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong, Macan Kemayoran bahkan dikabarkan berani mengajukan tawaran bernilai besar untuk mendatangkan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Namun, usaha Persija Jakarta untuk membawa pulang pemain berusia 22 tahun tersebut belum membuahkan hasil.
Fortuna Sittard disebut telah menolak tawaran yang diajukan klub ibu kota tersebut. Tidak hanya klub yang enggan melepas, Justin Hubner juga diklaim belum tertarik meninggalkan kompetisi Eropa.
Kabar mengenai pendekatan Persija Jakarta terhadap Hubner pertama kali muncul melalui akun X Fortuna Central.
Dalam laporannya, akun tersebut menyebut Persija Jakarta telah mengajukan tawaran bernilai jutaan euro kepada Fortuna Sittard untuk mendapatkan tanda tangan Hubner.
Meski nominal pasti proposal tersebut tidak diungkapkan, nilai tawaran disebut cukup besar.
“Fortuna Sittard telah menolak tawaran bernilai jutaan euro dari Persija Jakarta,” tulis akun X @FortunaSCentral, dikutip Minggu (2/8/2026).
Penolakan tersebut membuat Persija harus menghadapi jalan terjal jika ingin merealisasikan ambisinya mendatangkan Hubner.
Sebab, persoalannya bukan hanya mengenai harga transfer.
Hubner juga disebut tidak tertarik menerima tawaran tersebut karena masih ingin melanjutkan kariernya di Eropa.
“Klub asal Indonesia itu ingin merekrut Justin Hubner ke dalam skuadnya, tetapi sang bek tidak tertarik dengan kepindahan tersebut,” lanjut laporan tersebut.
Situasi tersebut membuat peluang Persija mendapatkan Hubner untuk saat ini masih sangat kecil.
Hubner Jadi Pilar Fortuna Sittard
Keputusan Fortuna Sittard mempertahankan Hubner sebenarnya cukup masuk akal jika melihat peran sang pemain di skuad.
Hubner langsung mendapatkan kepercayaan sejak bergabung dengan klub Belanda tersebut.
Bek dengan tinggi badan 187 sentimeter itu menjadi salah satu opsi penting di lini pertahanan Fortuna Sittard sepanjang musim 2025/2026.
Pada musim perdananya, Hubner tercatat tampil sebanyak 25 pertandingan di kompetisi Liga Belanda.
Kontribusinya juga tidak hanya sebatas menjaga pertahanan.
Pemain yang memiliki kemampuan bermain sebagai bek tengah tersebut mampu mencetak dua gol dan satu assist.
Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Hubner untuk terus berkembang di kompetisi Eropa.
Terlebih, usianya masih sangat muda.
Hubner baru berusia 22 tahun sehingga masih memiliki ruang yang cukup besar untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengalaman bermain di level tertinggi.
Situasinya semakin sulit bagi Persija karena Hubner masih memiliki kontrak bersama Fortuna Sittard hingga 2028.
Dengan kontrak jangka panjang tersebut, Fortuna tidak berada dalam posisi yang harus menjual pemainnya.
Apalagi, Hubner masih masuk dalam rencana klub untuk kompetisi berikutnya.
Karena itu, tawaran dari Persija yang disebut bernilai jutaan euro belum cukup untuk membuat Fortuna Sittard berubah pikiran.
Ambisi Shin Tae-yong di Persija
Ketertarikan Persija terhadap Hubner juga tidak bisa dilepaskan dari proyek Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut kini memiliki tanggung jawab untuk membangun skuad Macan Kemayoran yang lebih kompetitif.
Kebutuhan terhadap pemain belakang berkualitas menjadi salah satu bagian penting dalam proyek tersebut.
Hubner tentu merupakan nama yang sangat menarik bagi Shin Tae-yong.
Selain memiliki pengalaman bermain di Eropa, Hubner juga sudah mengenal karakter sepak bola Asia Tenggara melalui kiprahnya bersama Timnas Indonesia.
Kombinasi pengalaman tersebut membuat Hubner dinilai bisa langsung memberikan dampak jika suatu saat benar-benar bergabung dengan Persija.
Namun, keinginan tersebut terbentur dua persoalan sekaligus.
Fortuna Sittard tidak ingin kehilangan pemainnya, sementara Hubner sendiri masih ingin mempertahankan kariernya di Eropa.
Dengan demikian, Persija harus mencari jalan lain apabila tetap ingin mendapatkan sang bek.
Persija Sudah Datangkan 10 Pemain Baru
Meski gagal mendapatkan Hubner sejauh ini, Persija Jakarta bukan klub yang pasif di bursa transfer.
Macan Kemayoran justru menjadi salah satu tim yang paling agresif dalam mempersiapkan skuad untuk Super League 2026/2027.
Di bawah Shin Tae-yong, Persija telah mendatangkan 10 pemain baru.
Enam di antaranya merupakan pemain asing.
Mereka adalah Denis Kolinger, Kerim Memija, Radovan Pankov, Stjepan Loncar, Chang Hoon-kwon, dan Kyohei Yoshino.
Sementara empat pemain lokal yang didatangkan adalah Nadeo Argawinata, Aqil Savik, Pratama Arhan, dan Victor Dethan.
Kedatangan sejumlah pemain tersebut memperlihatkan bahwa Persija sedang melakukan perubahan besar terhadap komposisi skuad.
Khusus sektor pertahanan, keberadaan sejumlah pemain baru diharapkan mampu membuat Persija lebih solid.
Namun, nama Hubner tetap memiliki daya tarik tersendiri karena statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia yang sedang membangun karier di Eropa.
Masih Ada Peluang Persija?
Penolakan Fortuna Sittard bukan berarti peluang transfer Hubner benar-benar tertutup untuk selamanya.
Bursa transfer masih berjalan dan situasi pemain bisa berubah.
Namun, Persija membutuhkan lebih dari sekadar tawaran finansial apabila ingin membujuk Hubner meninggalkan Eropa.
Sang pemain harus memiliki alasan kuat untuk kembali bermain di Indonesia.
Saat ini, Hubner justru berada dalam fase penting dalam perjalanan kariernya.
Bermain reguler di kompetisi Belanda memberinya kesempatan untuk terus berkembang dan meningkatkan level permainan.
Karena itu, keinginan Hubner untuk bertahan di Eropa menjadi faktor yang sangat menentukan.
Bagi Persija, situasi tersebut menjadi tantangan besar.
Shin Tae-yong mungkin membutuhkan pemain dengan karakter seperti Hubner, tetapi keputusan terakhir tetap berada di tangan sang pemain dan Fortuna Sittard.
Untuk sementara, Justin Hubner masih menjadi bagian dari Fortuna Sittard.
Persija Jakarta pun harus menerima kenyataan bahwa tawaran besar mereka belum mampu membuka pintu kepulangan bek Timnas Indonesia tersebut.
Jika Macan Kemayoran tetap menjadikan Hubner sebagai salah satu target utama, negosiasi berikutnya akan menjadi ujian keseriusan proyek Shin Tae-yong.
Bukan hanya soal berapa besar uang yang mampu dikeluarkan Persija, tetapi juga seberapa kuat mereka mampu meyakinkan Hubner bahwa kembali ke Indonesia merupakan langkah yang tepat untuk perkembangan kariernya.






Komentar (0)