JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Pesan itu disampaikan saat membuka Zikir dan Doa Kebangsaan bertema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
BACA JUGA:Penumpang KM Mutiara Sentosa 2 Berlompatan ke Laut Saat Kapal Terbakar di Perairan Sumenep
Menag mengatakan zikir dan doa kebangsaan merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diraih atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
"Melalui zikir dan doa bersama ini, kita meneguhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus memohon keberkahan agar Indonesia terus maju dan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 2 Agustus 2026 Lengkap Sinopsis, Akhir Pekan Nonton Aksi Jason Statham
Menurut Nasaruddin, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat peradaban dunia.
Selain ditopang stabilitas ekonomi, kondisi sosial dan politik nasional juga dinilai relatif kondusif dibandingkan sejumlah negara yang masih dilanda konflik.
Ia menilai pelaksanaan zikir dan doa kebangsaan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama hidup dan tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," katanya.
BACA JUGA:5 Alasan Vinicius Junior Tinggalkan Real Madrid Demi Arsenal, Nomor 2 Paling Masuk Akal!
Menag mengungkapkan, upaya menjaga harmoni antarumat beragama menunjukkan hasil yang positif.
Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, merupakan capaian tertinggi sejak indikator tersebut diukur sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025.
Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari peran tokoh agama yang secara konsisten membina umat dan menjaga persatuan bangsa.
"Kerukunan adalah modal dasar pembangunan. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang terus menjaga harmoni di tengah masyarakat," ujarnya.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)