jpnn.com, BANDUNG - Galian proyek di Jalan Merdeka diduga menjadi salah satu penyebab kecelakaan tunggal yang menimpa seorang pengendara sepeda motor pada Minggu (2/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Korban yang mengendarai sepeda motor berwarna silver bernomor polisi D6148 ADS itu mengalami luka serius setelah menghantam water barrier yang dipasang di sekitar lokasi pekerjaan proyek.
BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Depan Terminal Leuwipanjang: Truk, Mobil, dan Motor Rusak, Gerobak Terguling, 1 Orang Tewas
Insiden terjadi saat korban melaju dari arah Bandung Indah Plaza (BIP) menuju Jalan Lembong.
Di lokasi kejadian, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dekat Balai Kota Bandung, sedang berlangsung pekerjaan perbaikan kabel bawah tanah.
BACA JUGA: KAI Logistik Layani Pengiriman 90.321 Hewan Peliharaan, Meningkat 21 Persen
Area proyek dipasangi dua water barrier di sisi beton penutup gorong-gorong.
Namun, penerangan di sekitar lokasi terpantau minim sehingga keberadaan pengaman proyek kurang terlihat saat malam hari.
BACA JUGA: Sejumlah Tempat Hiburan Malam di Bandung Digerebek, Pengunjung Mencurigakan Dites Urine
Kanit Turjagwali Satlantas Polrestabes Bandung AKP Rony Sukmana mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kurang berkosentrasi saat berkendara.
"Entah itu mengantuk atau dengan kondisi bawa motornya cukup tinggi kecepatannya, akhirnya menabrak barrier, betonan, langsung terhempas kurang lebih enam sampai tujuh meter," kata Rony.
Benturan keras membuat korban mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri. Korban bahkan mengalami pendarahan di bagian telinga dan hidung sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Hasan Sadikin.
"Terlihat sampai mengeluarkan darah di telinga dan hidung. Untuk korban sampai saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin," ujarnya.
Meski dugaan awal mengarah pada faktor kelalaian pengendara, polisi juga menyoroti sistem pengamanan proyek galian yang dinilai belum memadai.
Menurut Rony, lokasi pekerjaan hanya dipasangi water barrier yang berada sangat dekat dengan titik galian.
Selain itu, rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan dan pencahayaan di sekitar proyek dinilai masih kurang.
"Untuk galian ini ada pembetulan kabel. Namun pekerja juga mungkin kurang teliti untuk memasang barrier atau rambu-rambu, karena yang seharusnya rambu-rambunya itu jangan terlalu dekat dengan pengerjaan," tuturnya.
Dia menambahkan, idealnya rambu peringatan sudah dipasang sekitar lima hingga sepuluh meter sebelum titik pekerjaan agar pengendara memiliki waktu untuk mengantisipasi.
"Ya minimal lima meter atau sepuluh meter sudah ada rambu-rambu peringatan bahwa sedang ada pengerjaan galian, tapi ini hanya menggunakan senter saja dan tempatnya juga mungkin kurang terang untuk penerangan galian tersebut," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina





Komentar (0)