Apakah Opsi Militer Gagal Mematahkan Sikap Iran?

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN-Sejumlah pakar dan diplomat yang diwawancarai Aljazeera sepakat bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran belum mampu menghasilkan perubahan yang menentukan dalam arah konflik.

Baik Washington maupun Teheran kini dinilai semakin memahami batas-batas kekuatan militer masing-masing, sehingga kembalinya jalur diplomasi melalui perantara negara-negara kawasan menjadi skenario yang paling mungkin terjadi.

Baca Juga
  • Terungkap 3 Opsi Terkait Iran yang Dibicarakan Trump dan Netanyahu Secara Tertutup
  • Mimpi Netanyahu Membentuk Timur Tengah Baru Semakin Menguap?
  • 3 Analisis Ungkap Bagaimana Perang dengan Iran Ubah Perhitungan Kekuatan Amerika Serikat?

Sebagian pengamat menilai Iran masih memiliki sejumlah kartu strategis yang dapat digunakan sebagai alat tekanan, terutama kendalinya atas Selat Hormuz.

Sementara itu, pihak lain berpendapat bahwa persoalan utama tidak semata-mata terletak pada keseimbangan kekuatan militer, tetapi juga pada krisis kepercayaan yang mendalam antara kedua negara.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Karena itu, keberhasilan setiap upaya perundingan akan sangat bergantung pada adanya jaminan politik dan dukungan regional.

Mereka juga mengingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepahaman terkait keamanan jalur pelayaran internasional dapat memicu eskalasi baru dalam waktu dekat.

Diplomat Amerika Serikat yang pernah bertugas di kawasan, Joey Hood, mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki keunggulan udara yang sangat besar dibanding Iran.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar serangan udara berhasil mencapai target yang ditentukan.

Namun, menurutnya, keunggulan militer itu tidak berarti bahwa opsi militer mampu mengakhiri krisis secara tuntas.

Ia menilai kedua pihak kini semakin menyadari keterbatasan kemampuan militernya masing-masing. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Zikir dan Doa Kebangsaan diikuti 100 ribu peserta, wujud syukur HUT RI
• 13 jam lalu
0
thumb
Pesta Rakyat Yobeh, Inisiatif Lokal Memanggungkan Budaya Sentani
• 2 jam lalu
0
thumb
BlackVue Hadirkan Dashcam Pintar Ber-AI di GIIAS 2026
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemain Timnas Indonesia Kompak Termotivasi Jelang Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026: Yuk, Lebih Fokus Garuda!
• 5 jam lalu
0
thumb
Hasil SEA V Cup 2026, Sabtu 1 Agustus: Berhasil Repotkan Thailand, Filipina Nyaris Catatkan Kemenangan Pertamanya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.