Kabul (ANTARA) - Meningkatnya minat terhadap energi surya mencerminkan tren yang lebih luas di Afghanistan, di mana seringnya terjadi pemadaman listrik telah mendorong semakin banyak rumah tangga, pelaku usaha, dan petani beralih ke energi surya.
Berdiri di antara tumpukan peralatan tenaga surya, seorang pedagang bernama Qari Gul Alam Samim mengatakan produk tenaga surya yang tersedia di Afghanistan sebagian besar berasal dari China.
Dia mengatakan jumlah pelanggan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya warga yang memahami teknologi tenaga surya.
"Dulu, pelanggan biasanya membutuhkan teknisi untuk mengerjakan pemasangan panel surya," ujarnya. "Kini, banyak orang sudah memahami cara kerja peralatan tersebut dan dapat menyelesaikan sebagian besar pemasangan sendiri setelah membelinya."
Pasar yang berkembang ini mencakup pemilik rumah yang mencari sumber listrik cadangan, pemilik toko yang berupaya mengurangi gangguan dari pemadaman listrik, pabrik yang mencari pasokan listrik stabil, serta petani yang menggunakan pompa bertenaga surya untuk mengairi ladang mereka. ANTARA/Xinhua.
Pasar yang berkembang ini mencakup pemilik rumah yang mencari sumber listrik cadangan, pemilik toko yang berupaya mengurangi gangguan dari pemadaman listrik, pabrik yang mencari pasokan listrik stabil, serta petani yang menggunakan pompa bertenaga surya untuk mengairi ladang mereka.
Di luar wilayah perkotaan, para pedagang mengatakan energi surya semakin umum digunakan di bidang pertanian, di mana para petani menggunakan sistem bertenaga surya untuk memompa air untuk irigasi di tempat-tempat dengan akses listrik yang terbatas.
Bagi Nusratullah Mohammad Khail, warga Kabul, keputusan untuk memasang sistem tenaga surya diambil setelah berulang kali mengalami pemadaman listrik.
"Di musim dingin, pemadaman listrik sering terjadi, dan selama musim panas pasokan listrik seringkali tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari," katanya. "Itulah mengapa kami memasang sistem tenaga surya di rumah kami."
Dia mengatakan sistem tersebut telah berfungsi dengan andal dan baterai berkualitas baik dapat bertahan selama bertahun-tahun dengan penggunaan yang tepat.
Di dekatnya, pedagang lain, Haji Qari, mengatakan penjualan biasanya mencapai puncaknya antara Maret dan Juli, ketika permintaan akan peralatan tenaga surya meningkat di seluruh negeri.
"Ratusan kontainer berisi produk tenaga surya tiba di Afghanistan selama musim ini," katanya. "Sistem 600 watt dan 700 watt termasuk yang paling populer karena mampu memenuhi kebutuhan banyak keluarga."
Di luar wilayah perkotaan, para pedagang mengatakan energi surya semakin umum digunakan di bidang pertanian, di mana para petani menggunakan sistem bertenaga surya untuk memompa air untuk irigasi di tempat-tempat dengan akses listrik yang terbatas. ANTARA/Xinhua.
Berdiri di antara tumpukan peralatan tenaga surya, seorang pedagang bernama Qari Gul Alam Samim mengatakan produk tenaga surya yang tersedia di Afghanistan sebagian besar berasal dari China.
Dia mengatakan jumlah pelanggan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring bertambahnya warga yang memahami teknologi tenaga surya.
"Dulu, pelanggan biasanya membutuhkan teknisi untuk mengerjakan pemasangan panel surya," ujarnya. "Kini, banyak orang sudah memahami cara kerja peralatan tersebut dan dapat menyelesaikan sebagian besar pemasangan sendiri setelah membelinya."
Pasar yang berkembang ini mencakup pemilik rumah yang mencari sumber listrik cadangan, pemilik toko yang berupaya mengurangi gangguan dari pemadaman listrik, pabrik yang mencari pasokan listrik stabil, serta petani yang menggunakan pompa bertenaga surya untuk mengairi ladang mereka. ANTARA/Xinhua.
Pasar yang berkembang ini mencakup pemilik rumah yang mencari sumber listrik cadangan, pemilik toko yang berupaya mengurangi gangguan dari pemadaman listrik, pabrik yang mencari pasokan listrik stabil, serta petani yang menggunakan pompa bertenaga surya untuk mengairi ladang mereka.
Di luar wilayah perkotaan, para pedagang mengatakan energi surya semakin umum digunakan di bidang pertanian, di mana para petani menggunakan sistem bertenaga surya untuk memompa air untuk irigasi di tempat-tempat dengan akses listrik yang terbatas.
Bagi Nusratullah Mohammad Khail, warga Kabul, keputusan untuk memasang sistem tenaga surya diambil setelah berulang kali mengalami pemadaman listrik.
"Di musim dingin, pemadaman listrik sering terjadi, dan selama musim panas pasokan listrik seringkali tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari," katanya. "Itulah mengapa kami memasang sistem tenaga surya di rumah kami."
Dia mengatakan sistem tersebut telah berfungsi dengan andal dan baterai berkualitas baik dapat bertahan selama bertahun-tahun dengan penggunaan yang tepat.
Di dekatnya, pedagang lain, Haji Qari, mengatakan penjualan biasanya mencapai puncaknya antara Maret dan Juli, ketika permintaan akan peralatan tenaga surya meningkat di seluruh negeri.
"Ratusan kontainer berisi produk tenaga surya tiba di Afghanistan selama musim ini," katanya. "Sistem 600 watt dan 700 watt termasuk yang paling populer karena mampu memenuhi kebutuhan banyak keluarga."
Di luar wilayah perkotaan, para pedagang mengatakan energi surya semakin umum digunakan di bidang pertanian, di mana para petani menggunakan sistem bertenaga surya untuk memompa air untuk irigasi di tempat-tempat dengan akses listrik yang terbatas. ANTARA/Xinhua.
Ahmad, seorang petani di distrik pedesaan di luar Kabul, mengatakan panel surya telah mengubah cara dia mengelola lahannya.
Sebelumnya, dia bergantung pada pompa diesel atau pasokan listrik yang tidak menentu untuk mengambil air dari sumur terdekat. Cara tersebut membutuhkan biaya besar dan sering kali tidak dapat diandalkan. Setelah memasang sistem pompa kecil bertenaga surya, dia mengatakan dapat mengairi ladangnya secara lebih konsisten sepanjang hari.






Komentar (0)