Lebih dari 5 Tahun, Para Pemuda Ini Sukarela Punguti Sampah di CFD Sudirman Jakarta

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah ramainya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026), sekelompok anak muda tampak berjalan menyusuri jalur pejalan kaki sambil membawa kantong sampah hitam berukuran besar.

Mereka bukan petugas kebersihan, melainkan anggota Komunitas Pemilah Sampah (PCM) Jakarta yang secara sukarela memunguti sampah yang ditinggalkan pengunjung sejak sekitar pukul 07.00 WIB.

Secara berkelompok, para relawan menyisir badan jalan, trotoar, hingga pot tanaman.

Satu per satu botol plastik, gelas minuman, bungkus makanan, kertas, dan tisu bekas yang berserakan mereka masukkan ke dalam kantong sampah yang perlahan mulai penuh.

Sesekali langkah mereka terhenti saat menemukan sampah yang terselip di sela tanaman atau pembatas jalan.

Tak jarang, pengunjung justru menghampiri mereka untuk menitipkan sampah karena kesulitan menemukan tempat pembuangan.

Fenomena tersebut sejalan dengan keluhan sejumlah warga yang sebelumnya mengaku harus berjalan cukup jauh hanya untuk menemukan tempat sampah di sepanjang jalur CFD.

Baca juga: Tempat Sampah di CFD Sudirman Dinilai Masih Kurang, Sampah Berserakan Jadi Sorotan

Kegiatan Rutin Selama Lebih dari Lima Tahun

Anggota Komunitas Pemilah Sampah (PCM) Jakarta, Natan Harum Panogu Silalahi (20), mengatakan kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin organisasi selama lebih dari lima tahun.

Saat ini, sekitar 20 anggota aktif terlibat dalam kegiatan tersebut. Mayoritas merupakan mahasiswa yang bergabung karena memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus ingin memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Tujuan utama kami adalah melayani masyarakat Jakarta. Kami juga melihat kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan," ujar Natan kepada Kompas.com, Minggu.

Menurut dia, dalam satu kali kegiatan komunitasnya dapat mengumpulkan tiga hingga empat kantong besar berisi sampah.

Sepanjang tahun ini, total sampah yang berhasil dikumpulkan diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 kilogram.

Baca juga: Babak Baru Pengelolaan Sampah di Bantargebang: Open Dumping Ditutup Mulai Hari Ini, Apa Dampaknya?

Banyak Pengunjung Menitipkan Sampah

Natan menuturkan, kawasan CFD memang tampak bersih jika dilihat sekilas. Namun, setelah disusuri lebih dekat, masih banyak sampah yang tercecer, terutama di sekitar pedagang dan titik-titik yang dipadati pengunjung.

Ia juga mengakui minimnya tempat sampah menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Banyak pengunjung justru memberikan sampahnya kepada kami karena mereka kesulitan menemukan tempat sampah," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Fans Aston Villa Datang dari Malang demi John McGinn, Garnacho? Diospek Dulu Aja...
• 15 jam lalu
0
thumb
13 orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Peru
• 6 jam lalu
0
thumb
Imam Besar FBR Instruksikan Anggota Tak Sebarkan Berita Medsos Sebelum Dikroscek
• 21 jam lalu
0
thumb
Periksa PPIU, Kemenhaj Usut Tuntas Dugaan Penelantaran 38 Jamaah Umrah
• 15 jam lalu
0
thumb
Horor Penembakan Massal di Restoran Cepat Saji, Korban Jiwa Berjatuhan
• 2 menit lalu
0
Berhasil disimpan.