Israel Tolak Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Benar-Benar Lucuti Senjata

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza sebelum Hamas melakukan perlucutan senjata secara nyata. Sikap tersebut disampaikan setelah Hamas menyatakan penarikan pasukan Israel harus menjadi langkah awal sebelum proses perlucutan senjata dimulai.

Pernyataan itu disampaikan oleh sumber politik Israel yang menegaskan posisi Tel Aviv dalam proses negosiasi terbaru. Israel menyebut keberadaan pasukannya di wilayah perbatasan tetap dipertahankan hingga ada bukti bahwa Hamas benar-benar melucuti persenjataannya.

"Israel telah menegaskan kembali bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF (Angkatan Bersenjata Israel) sama sekali dari 'Garis Kuning' saat ini, kecuali Hamas melakukan perlucutan senjata yang sungguh-sungguh," kata sumber politik Israel.

Garis Kuning yang dimaksud merupakan garis demarkasi antara wilayah yang dikuasai Hamas dan area yang berada di bawah kendali pasukan Israel. Hingga kini, pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kesepakatan terbaru yang diumumkan Hamas.

Sebelumnya, Hamas menyatakan telah menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Israel. Kesepakatan tersebut mencakup perlucutan senjata kelompok Hamas serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza secara bertahap.

Isu perlucutan senjata selama ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam proses gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Persoalan tersebut juga menjadi fokus pembahasan dalam upaya perdamaian yang dimediasi berbagai pihak.

Pengumuman Hamas muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah tercapai kesepakatan mengenai perlucutan senjata total Hamas. Trump menyebut langkah itu sebagai bagian penting menuju pembentukan pemerintahan Palestina yang baru di Jalur Gaza.

Pejabat Hamas mengatakan proses penyimpanan senjata nantinya akan diawasi oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) di bawah pengawasan Dewan Perdamaian bentukan Trump. Mereka berharap para mediator dapat memastikan seluruh isi kesepakatan dipatuhi oleh Israel.

Baca Juga: Trump Umumkan Pelucutan Senjata Hamas Bertahap, Pasukan Israel Direncanakan Mundur

"Israel tidak akan campur tangan dalam masalah perlucutan senjata. Komite Nasional adalah badan yang akan melaksanakan tugas ini," ujar anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad.

Meski demikian, Hamad menegaskan Hamas tidak akan memulai proses perlucutan senjata sebelum Israel memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan. Menurutnya, penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi Gaza menjadi syarat utama sebelum pembahasan mengenai senjata dapat dilanjutkan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jumlah Imigran Tewas saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang
• 51 menit lalu
0
thumb
Wamendag Yakin Ulos Tembus Pasar Dunia, Dukungan Sudah Disiapkan di 32 Negara
• 22 jam lalu
0
thumb
Petugas Damkar DKI Meninggal Saat Padamkan Kebakaran: Sempat Mengeluh Nyeri Dada
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI, Komisi I: Kesejahteraan Meningkatkan Profesionalisme
• 2 jam lalu
0
thumb
Wujudkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS Ajak Elemen Bangsa Pererat Persatuan Melalui Gerakan Zakat
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.