Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa kekayaan wastra Nusantara menjadi salah satu modal utama Indonesia untuk memperluas pasar industri fashion ke tingkat internasional. Menurutnya, kain tradisional seperti ulos tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi komoditas ekspor yang mampu bersaing di pasar global.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Ajang mode tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-14 itu tahun ini mengangkat Provinsi Sumatera Utara sebagai tema resmi dengan tajuk Ulos Simetria.
“Kementerian Perdagangan memandang kekuatan utama fashion Indonesia terletak pada kekayaan wastra Nusantara. Kami juga melihat banyak sekali potensi ekspor, dan saat ini sedang diupayakan perluasan pasar internasional dengan adanya perwakilan pada 32 negara di seluruh dunia, baik dalam bentuk Atase Perdagangan atau Indonesia Trade Promotion Center (ITPC),” kata Wamendag Dyah Roro.
Tema Ulos Simetria menempatkan ulos sebagai inspirasi utama dalam berbagai karya yang ditampilkan di atas panggung peragaan. Kain tradisional masyarakat Batak tersebut diterjemahkan ke dalam siluet dan gaya kontemporer yang mengikuti perkembangan tren mode tanpa meninggalkan nilai filosofis yang melekat pada ulos sebagai simbol kehangatan, keseimbangan, harmoni, dan persatuan.
Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, berharap momentum tersebut dapat memperluas pengenalan ulos, terutama di kalangan generasi muda dan sektor di luar industri fashion.
“Kami berharap Ulos semakin dikenal di mata dunia dan juga tidak hanya di bidang fashion saja melainkan pula di bidang pariwisata, semakin dikenal juga di Generasi Z. Saya berharap kepada para desainer untuk lebih melirik lagi ulos, karena warisan budaya Batak ini sangatlah kaya,” kata Kahiyang Ayu Bobby Nasution.
Sementara itu, Presiden Indonesia Fashion Week (IFW) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengatakan tema Ulos Simetria dipilih untuk menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian tradisi dan inovasi dalam pengembangan industri mode nasional.





Komentar (0)