tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali mendapat pengakuan dari salah satu rival terbesarnya di Asia Tenggara.
Bahkan sebelum kedua tim saling berhadapan di lapangan, pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, secara terbuka mengakui bahwa skuad Garuda merupakan tim terkuat di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Indonesia dan Malaysia selama ini dikenal memiliki rivalitas panjang yang selalu menghadirkan tensi tinggi di setiap pertemuan.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026.
Berbeda dari edisi sebelumnya, turnamen kali ini digelar bertepatan dengan kalender FIFA Matchday sehingga seluruh peserta berpeluang menurunkan kekuatan terbaik mereka.
Indonesia dan Hong Kong dipercaya menjadi tuan rumah bersama ajang bergengsi tersebut.
Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan India.
Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina, serta Pakistan.
Meski optimistis menghadapi turnamen, Tan Cheng Hoe tidak menutupi pandangannya mengenai kekuatan lawan.
Menurut pelatih berusia 58 tahun itu, Indonesia saat ini menjadi tim paling kuat di Grup A sekaligus favorit untuk finis di posisi teratas.
"Ini satu tantangan yang bagus untuk kita bersaing di kejuaraan ini. Di saat yang sama, kita tahu bahwa Indonesia adalah salah satu tim terkuat di grup tersebut," kata Tan Cheng Hoe, dikutip dari Berita Harian.
Pengakuan tersebut menunjukkan perubahan besar terhadap citra Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya Indonesia lebih sering dipandang sebagai pesaing yang sulit ditebak, kini skuad Garuda mulai dianggap sebagai tim unggulan yang wajib diwaspadai sejak awal turnamen.
Penilaian Tan Cheng Hoe bukan muncul tanpa alasan.
Dalam beberapa musim terakhir, performa Timnas Indonesia memang mengalami peningkatan signifikan.
Program naturalisasi yang berjalan konsisten membuat kualitas skuad semakin kompetitif.
Kehadiran pemain-pemain diaspora yang berkarier di Eropa berpadu dengan talenta terbaik Liga Indonesia menciptakan kedalaman skuad yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu.
Di bawah kepemimpinan John Herdman, Indonesia juga menunjukkan perkembangan dari sisi organisasi permainan.





Komentar (0)