Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Trump menegaskan AS siap menghantam Iran dengan kekuatan besar hingga negara itu tidak mampu lagi melanjutkan perlawanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat memimpin rapat kabinet di Camp David, Maryland, pada Jumat (31/7/2026) waktu setempat. Ia juga menegaskan tekad pemerintahannya untuk memenangkan perang melawan Iran.
"Kita hanya ingin menang. Kita melakukannya dengan sangat baik. Kita berusaha untuk bersikap sebaik mungkin dalam situasi seperti itu. Namun, mereka sedang dihancurkan," kata Trump.
Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan utama AS terus meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
"Sangat sederhana. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," ucap Presiden AS itu.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengancam akan meningkatkan intensitas serangan apabila Iran tidak menghentikan perlawanannya. Ia menyebut tekanan militer akan terus dilakukan hingga Iran menyerah.
"Kita akan menghantam Iran dengan sangat keras dan, Anda tahu, pada titik tertentu mereka akan berkata, 'Kami benar-benar tidak tahan lagi'," tegas Trump dalam rapat kabinet tersebut.
Ancaman itu muncul ketika sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan operasi militer besar terhadap Iran. Serangan tersebut bahkan disebut dapat dimulai paling cepat pada akhir pekan ini.
Laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat pemerintah AS menyebut serangan terbaru bertujuan memaksa Iran untuk menyerah. Sementara CBS News melaporkan AS dan Israel tengah berkoordinasi untuk menyerang target infrastruktur energi milik Teheran.
Target yang disebut masuk dalam daftar serangan antara lain kilang minyak dan pembangkit listrik. Namun hingga kini, menurut laporan CBS News, Trump disebut belum memberikan persetujuan akhir untuk operasi tersebut.
Baca Juga: Trump Mulai Tak Percaya Diplomasi di Perang Amerika-Iran: Mereka Hanya Bisa Bikin Saya Marah
Trump sebelumnya juga beberapa kali mengancam akan menyerang fasilitas vital Iran. Ia bahkan bersumpah akan menghancurkan jembatan maupun pembangkit listrik apabila kapal-kapal di Selat Hormuz kembali diserang.
Jika serangan gabungan AS dan Israel benar-benar terjadi, maka itu akan menjadi serangan pertama Israel ke Iran sejak gencatan senjata awal diberlakukan pada April lalu. Konflik yang telah berlangsung lebih dari lima bulan itu pun berpotensi kembali meningkat secara signifikan.






Komentar (0)