Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya tiga orang tewas dan 21 lainnya terluka setelah sebuah bom rakitan yang dibawa seorang perempuan meledak di dekat restoran Italia mewah di pusat kota Moskow, Rusia, Sabtu (1/8/2026) malam waktu setempat.
Menurut otoritas Rusia, ledakan terjadi sesaat sebelum pukul 20.00 waktu lokal di dekat sebuah restoran Italia yang berada di kawasan Kudrinkskaya Square, salah satu dari tujuh gedung pencakar langit era Stalin di Moskow.
Komite Antiterorisme Rusia menyatakan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya berusaha memasuki restoran tersebut sebelum akhirnya dihentikan oleh petugas keamanan.
- Makin Kacau! Trump Bela Netanyahu, Siapkan Serangan Mau Hancurkan ICC
- Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan
- Iran Kirim Ultimatum ke AS, Arab Saudi & UEA Siap Dibuat Menderita
Kantor berita negara Rusia, RIA, melaporkan Komite Antiterorisme Rusia menyebut bahwa perempuan tersebut mencoba masuk ke restoran namun dicegah oleh petugas keamanan. Tak lama setelah itu, ledakan terjadi.
Komite tersebut mengatakan perempuan yang membawa bom, petugas keamanan yang menghentikannya, dan seorang pelanggan restoran Balzi Rossi tewas akibat ledakan tersebut.
Sementara itu, polisi mengatakan sedikitnya 21 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
"Para korban yang terluka mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam," kata polisi.
Video yang dirilis RIA memperlihatkan aparat penegak hukum bersenjata lengkap berada di lokasi kejadian. Area sekitar restoran langsung ditutup untuk umum setelah ledakan.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas korban tewas maupun korban luka. Otoritas juga belum menyebut siapa pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Lebih dari empat tahun setelah perang skala penuh Rusia-Ukraina berlangsung, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) sebelumnya mengatakan bahwa perlindungan terhadap pejabat tinggi militer akan diperketat menyusul serangkaian pembunuhan dan percobaan pembunuhan yang mereka tuduhkan kepada Kyiv.
Sementara itu, harian Rusia Kommersant mengutip sumbernya yang menyebut bom tersebut diduga ditujukan untuk melukai dan membunuh para tamu yang sedang menikmati suasana di teras luar restoran.
Menurut laporan itu, bom kemungkinan diledakkan dari jarak jauh oleh orang lain dan perempuan yang membawanya mungkin tidak mengetahui bahwa benda yang dibawanya merupakan perangkat peledak.
Situs resmi restoran Balzi Rossi menyatakan bahwa tempat tersebut ditutup pada Sabtu karena digunakan untuk acara privat.
(luc/luc)





Komentar (0)