Kelompok Wanita Tani Dilatih Produksi Saus dan Kerupuk Tomat

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GORONTALO — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo menggelar pelatihan diversifikasi olahan tomat berupa saus dan kerupuk tomat bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama di Desa Moutong.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Moutong, Kamis, 30 Juli 2026.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui Hibah PKM Nasional Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026, berdasarkan Kontrak Pelaksanaan Nomor 794/UN47.D1/PM.01.01/2026.

Kegiatan yang digelar dalam skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup kemitraan masyarakat ini mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Maju Bersama melalui Diversifikasi Olahan Tomat untuk Peningkatan Pendapatan dan Kemandirian Ekonomi”.

Tim pelaksana PKM Universitas Negeri Gorontalo terdiri atas Ramlan Mustafa, SP, M.Si, sebagai ketua, serta Marleni Limonu, SP, M.Si dan Dr. St. Aisyah R, SPt., M.Si sebagai anggota.

Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pj Kepala Desa Moutong bersama jajaran aparat desa, pengurus dan anggota KWT Maju Bersama, serta tim PKM Universitas Negeri Gorontalo.

Ketua Tim PKM UNG, Ramlan Mustafa, menjelaskan program ini dirancang untuk membantu kelompok mitra mengembangkan produk berbahan baku tomat yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Tomat memiliki potensi ekonomi, tetapi mudah mengalami penurunan mutu jika tidak segera dipasarkan atau diolah. Melalui program ini, tomat tidak hanya dijual segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi,” ungkapnya.

Pelatihan ini kata dia, merupakan kelanjutan dari tahapan program sebelumnya yang diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa dan pengurus KWT untuk mengidentifikasi potensi, kebutuhan, serta permasalahan kelompok.

Kemudian dilakukan sosialisasi terkait tujuan program, tahapan kegiatan, pembagian peran, serta hasil yang diharapkan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis pembuatan saus dan kerupuk tomat.
Dalam pelatihan tersebut, Marleni Limonu selaku pemateri membimbing peserta mempraktikkan pembuatan saus tomat mulai dari proses pencucian, penghalusan, pemasakan, hingga pengemasan.

Menariknya, karena peserta juga dilatih membuat kerupuk tomat melalui tahapan pencampuran sari tomat dengan tepung tapioka, pengukusan, pengirisan, pengeringan, hingga penggorengan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan produksi.

Ramlan menegaskan, pengembangan usaha kelompok tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga keterampilan mengelola usaha.

“Kelompok perlu memahami pencatatan biaya produksi, penentuan harga jual, pembagian tugas, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran. Seluruh aspek ini akan menjadi bagian dari pendampingan tahap berikutnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, peningkatan keterampilan pengolahan hasil pertanian dapat memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif.

“Anggota KWT diharapkan tidak hanya mampu mengolah tomat, tetapi juga mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha kelompok yang dapat menambah pendapatan keluarga,” katanya.

Dia juga menjelaskan alasan dipilihnya Desa Moutong sebagai lokasi program karena memiliki potensi produksi tomat yang cukup besar, sekaligus kebutuhan peningkatan keterampilan pengolahan hasil pertanian bagi KWT Maju Bersama.

Selama ini, tomat umumnya dipasarkan dalam bentuk segar dengan harga yang sangat bergantung pada kondisi pasar.
Saat produksi melimpah, harga tomat dapat turun hingga sekitar Rp5.000 per kilogram.

Kondisi ini berdampak pada pendapatan petani serta meningkatkan risiko kerusakan hasil panen karena masa simpan tomat yang relatif singkat.

Diversifikasi olahan menjadi solusi untuk memperpanjang masa simpan, meningkatkan nilai tambah, serta membuka peluang usaha baru.

Sementara itu Pj Kepala Desa Moutong, Syamsul Moronggu, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, kegiatan i


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sepekan, usul Pilkada tanpa wakil hingga Dasco pertemukan Hotman-PWI
• 8 jam lalu
0
thumb
Satlantas Banjarmasin Tindak 20 Pelanggar Lalin untuk Tekan Aksi Balap Liar
• 16 jam lalu
0
thumb
Ancaman Netanyahu Jika Dirinya Ditangkap di Luar Negeri
• 18 jam lalu
0
thumb
Rayakan HUT ke-28 IJTI dan HUT ke-81 RI, IJTI Jakarta Raya Gelar Turnamen Sepak Bola Antarjurnalis
• 9 jam lalu
0
thumb
Ketua SC: Nilai sponsor Piala Presiden 2026 tembus Rp70 miliar
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.