YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan mengarahkan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang ada di wilayahnya, menjadi agregator atau pihak yang memasarkan produk mitra dan anggota.
Hal itu diutarakan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan di Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).
"Kota Yogyakarta nggak punya sumber daya alam, sehingga yang paling pas bagi koperasi (KKMP) adalah agregator," katanya.
Wawan mengatakan produk mitra atau koperasi yang dipasarkan KKMP Yogyakarta bisa berasal dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) daerah lain. Syaratnya, produk atau hasil usaha mitra tersebut berkualitas baik.
"Konkretnya, misalnya dari KDMP Kabupaten Bantul atau Sleman, kalau berasnya bagus, bisa dipasarkan juga ke koperasi (KKMP) di Kota Yogyakarta. Jadi, bisa sinergi dan dikolaborasikan, Yogyakarta tinggal ngambil pasokan produk dari kabupaten," paparnya, dikutip Antara.
Dia mengungkapkan, dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta, sudah ada 10 KKMP yang aktif. Menurut dia, hal itu karena pengurusnya proaktif dan bagus.
Baca Juga: Intip Nominal Gaji Manajer Kopdes Merah Putih, Menkop Ferry: Ditanggung APBN selama Dua Tahun...
Wawan mengatakan pihaknya menilai pasar produk KKMP sudah ada di depan mata di kelurahan itu sendiri, misalnya bahan kebutuhan pokok. Karena itu, tinggal menyesuaikan penyuplai agar harganya lebih murah.
Dia mencontohkan, mengambil bahan kebutuhan pokok dari Bulog, tapi harus ada privilese khusus bagi KKMP dibanding lainnya, agar lebih masuk.
Di samping itu, untuk memaksimalkan KKMP di Kota Yogyakarta, Wawan mengatakan pihaknya mengusulkan konsep gandeng gendong agar koperasi bisa berjalan maksimal.
Penulis : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- Pemkot Yogyakarta
- Kopdes
- KDMP
- Koperasi Merah Putih
- Koperasi Kelurahan Merah Putih
- KKMP






Komentar (0)