Samsung Prediksi Krisis Pasokan Chip Global Akan Memburuk pada 2027

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Samsung Electronics memperkirakan krisis pasokan chip global akan memburuk pada 2027 dan berlanjut hingga 2028.

Samsung Prediksi Krisis Pasokan Chip Global Akan Memburuk pada 2027. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Samsung Electronics memperkirakan krisis pasokan chip global akan memburuk pada 2027 dan berlanjut hingga 2028.

Dilansir dari Wall Street Journal pada Sabtu (1/8/2026), bisnis chip Samsung mencatatkan lonjakan laba lebih dari 250 kali lipat pada kuartal II-2026, berkat permintaan yang kuat dari industri kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
Samsung Genjot Bisnis Robot, Bentuk Divisi Khusus

"Kekurangan pasokan pada 2027 diperkirakan akan lebih buruk dibandingkan tahun ini, dan diperkirakan akan berlanjut hingga 2028," kata Wakil Presiden Samsung Electronica Jaejune Kim.

Ia mengatakan, Samsung telah menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang dengan lima perusahaan pusat data global teratas dan hampir mencapai kesepakatan dengan lima perusahaan besar lainnya, tanpa mengungkapkan nama-nama mereka.

Baca Juga:
Samsung Jajaki Investasi Senilai Rp20 Triliun di Startup AI Eropa Mistral

Ia mengatakan, kesepakatan tersebut akan berlaku selama setidaknya lima tahun dan mencakup hingga 70 persen dari total kapasitas jangka panjang perusahaan.

Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembayaran di muka dan penetapan harga minimum yang bertujuan untuk melindungi risiko investasi modalnya.

Baca Juga:
Samsung Cetak Rekor Laba Rp1.100 Triliun pada Kuartal II-2026, Melonjak 19 Kali Lipat

 Pandangan optimistis Samsung ini muncul setelah penurunan tajam saham-saham chip dalam beberapa bulan terakhir, yang dipicu kekhawatiran investor tentang keberlanjutan pembangunan infrastruktur AI dan persaingan dari China yang dapat menekan pendapatan chip.

Divisi semikonduktor Samsung membukukan laba operasional sebesar 89,2 triliun won pada kuartal kedua, naik lebih dari 250 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Namun, lonjakan harga chip tersebut merugikan divisi ponsel perusahaan, yang melaporkan kerugian sebesar 700 miliar won. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Pastikan Anggaran Sekolah Rakyat dari APBN Berjalan Optimal
• 20 jam lalu
0
thumb
Senator AS Mengecam Pemimpin Partai  Xi Jinping : Pengambilan Organ Hidup-hidup dan Penganiayaan Kejam Terhadap Pengikut Falun Gong
• 2 jam lalu
0
thumb
Pilot Malaysia Selundupkan 70.114 Butir Ekstasi ke Indonesia, Sudah Tiga Kali Jadi Kurir Narkoba dan Terancam Hukuman Mati
• 21 jam lalu
0
thumb
Tanda Kamu Mengalami Limerence Menurut Ahli
• 3 jam lalu
0
thumb
Ketika Pelatih Aston Villa Unai Emery Penasaran Ingin Latih Timnas Indonesia
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.