AHY Dorong Penataan Permukiman Kumuh di Gresik Jadi Model Nasional

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong model penataan kawasan permukiman di Desa Campurejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk direplikasi di berbagai daerah sebagai upaya mempercepat pengentasan kawasan kumuh.

Penataan Terpadu Jadi Contoh Pengembangan Kawasan

AHY menyampaikan hal tersebut saat meresmikan kawasan hasil penataan permukiman melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) di Kecamatan Panceng, Gresik, Sabtu (1/8/2026).

"Mudah-mudahan ini menjadi contoh penataan kawasan kumuh lainnya dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat," ujar AHY.

AHY menegaskan penataan permukiman tidak boleh dilakukan secara parsial atau terpisah-pisah, melainkan harus melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Menurut AHY, kolaborasi tersebut diperlukan agar hasil pembangunan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

"Harus semakin maju, bukan hanya semakin sejahtera, tetapi juga semakin asri. Ini dimulai dari rumah-rumah kita, dari keluarga kita, di seluruh wilayah Indonesia," kata AHY.

AHY menjelaskan penataan kawasan permukiman tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga harus disertai penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah.

Ia menilai perubahan kondisi kawasan Campurejo menunjukkan penataan terpadu dapat meningkatkan kualitas lingkungan, kenyamanan hunian warga, serta potensi aktivitas ekonomi masyarakat.

Program TPKT Tata Kawasan Pesisir Gresik

Program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di Desa Campurejo menyasar kawasan pesisir seluas 7,11 hektare yang dihuni 1.152 jiwa.

Penataan kawasan tersebut mencakup pembangunan dan revitalisasi 166 unit rumah yang terdiri dari 102 unit rumah baru, 43 unit penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), serta 21 unit rumah baru melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain penataan hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung berupa jalan lingkungan berpaving, drainase, jaringan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik, serta fasilitas pengelolaan sampah 3R.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menanti Babak Baru TOD MRT: dari Sekitar Stasiun, Masa Depan Jakarta Dibangun
• 8 jam lalu
0
thumb
Madrid Muak dengan Vini, Siap Lepas Bintang Brasil ke Arsenal
• 11 jam lalu
0
thumb
10 Weton Ini Diprediksi Harus Waspada akan Kesalan Bertubi-tubi yang akan Didapat Selama Bulan Agustus 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
KM. Prince Soya terbakar saat bersandar di Pelabuhan Samarinda
• 9 jam lalu
0
thumb
Kekuatan Diri saat Dewasa pada Anak yang Kurang Dekat dengan Orang Tua Menurut Psikolog
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.