CELEBESMEDIA.ID, Makassar - FIFA resmi menghentikan rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya diproyeksikan mengelola hak komersial kompetisi utama, termasuk membuka peluang penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Keputusan tersebut diambil setelah proposal FFE memicu perbedaan pandangan di antara asosiasi anggota, konfederasi, dan sejumlah pemangku kepentingan sepak bola dunia.
Dalam pernyataan resminya, Sabtu (1/8/2026), FIFA menjelaskan FFE sejak awal dirancang untuk memperkuat asosiasi anggota sekaligus membantu pengembangan sepak bola global, terutama di negara-negara yang membutuhkan dukungan.
Namun, pelaksanaan proyek itu membutuhkan dukungan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA serta melalui proses konsultasi dengan Dewan FIFA, konfederasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," demikian pernyataan FIFA melalui media sosial.
FIFA menegaskan tujuan utamanya adalah menyatukan dan mengembangkan sepak bola dunia. Karena itu, proposal FFE diputuskan tidak dilanjutkan.
"Tujuan kami selalu dan akan selalu untuk mempersatukan dan meningkatkan. Oleh karena itu, usulan ini tidak akan dilanjutkan," tulis FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino selanjutnya akan kembali berdiskusi dengan pihak-pihak terkait dalam beberapa hari dan pekan mendatang.
Pembahasan tersebut diarahkan untuk mencari solusi bersama dalam pengembangan sepak bola, terutama bagi negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Sebelumnya, rencana pembentukan FFE mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA, European Leagues, dan AFC.
Proposal tersebut dipersoalkan karena dinilai kurang transparan dan berpotensi membuka ruang bagi investor swasta untuk memiliki kepentingan ekonomi terhadap Piala Dunia.
Penolakan tersebut akhirnya membuat FIFA menghentikan rencana FFE sebelum proyek itu dilanjutkan ke tahap berikutnya.





Komentar (0)