Liputan6.com, Jakarta - Polisi meminta masyarakat dan penggiat media sosial tidak menyebarkan disinformasi maupun provokasi, terkait ramainya pemasangan pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan.
Hingga kini belum ada pemberitahuan aksi unjuk rasa. Selain itu, situasi keamanan di Jakarta dipastikan tetap aman serta kondusif.
Advertisement
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, media sosial merupakan ruang publik untuk menyampaikan kritik dan pendapat. Namun, masyarakat diminta menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
“Kita memberi ruang kepada seluruh masyarakat untuk menyampaikan kritik, menyampaikan informasi, ide, dan gagasan di media-media sosial. Ini merupakan ruang publik. Tapi tinggal bagaimana kita untuk memfilter informasi itu,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Budi, Polda Metro Jaya terus melakukan patroli siber dan deteksi dini bersama Direktorat Siber, Direktorat Intelkam, serta berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat. Hingga kini, polisi juga belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi unjuk rasa.
“Kami melalui teman-teman media, melalui penggiat media sosial dan seluruh masyarakat untuk kita tidak menyampaikan disinformasi, provokasi, ataupun fitnah, ataupun penyesatan-penyesatan dalam informasi,” ujarnya.
Terkait pemasangan pagar besi di sejumlah mal, Budi meminta publik tidak langsung mengaitkannya dengan isu keamanan. Menurutnya, alasan pemasangan pagar sebaiknya dikonfirmasi kepada pihak pengelola mal.
“Terkait tentang pemasangan pagar, kami minta teman-teman langkah pertama pertanyakan dulu dengan asosiasi ataupun pihak manajemen mal tersebut. Jangan sampai menimbulkan persepsi dan asumsi,” katanya.





Komentar (0)