JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama akan menggelar doa kebangsaan di Monas, Sabtu (1/8/2026) sebagai acara menyambut bulan kemerdekaan.
Dilansir dari laman Kemenag.go.id, terdapat enam pemuka agama yang akan secara langsung memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut.
Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut menjadi wujud kebersamaan dan semangat persatuan bangsa, sekaligus mencerminkan komitmen untuk menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca juga: Lautan Putih di Monas Jakpus, Warga Padati Zikir dan Doa Kebangsaan
Berikut adalah profil enam pemuka agama yang akan memimpin doa bersama di Monas:
Husni Ismail
Husni Ismail dipilih mewakili tokoh Islam. Ia juga disebut seorang ulama dan cendekiawan Muslim yang saat ini mengemban amanah sebagai Imam Masjid Istiqlal Jakarta.
Sosok ini dikenal sebagai ustaz yang aktif dalam pengembangan dakwah, pembinaan imam masjid, serta pelayanan keagamaan melalui berbagai peran strategis di lingkungan Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Baca juga: Massa Acara Zikir dan Doa Kebangsaan Mulai Padati Kawasan Monas Jakpus
Selain menjalankan tugas sebagai Imam Masjid Istiqlal, Husni Ismail juga menjabat sebagai Sekretaris I organisasi Ittihad Imam Masjid.
Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty
Perwakilan Kristen adalah Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty. Ia dikenal sebagai tokoh gereja dan pegiat dialog lintas agama yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun perdamaian, memperkuat toleransi, serta mengembangkan kerja sama antarumat beragama dan antarperadaban di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyelesaikan pendidikan teologi di Jakarta Theological Seminary (1984–1989) dan melanjutkan studi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta (1990–1994).
Pada 2007–2010, ia menempuh Program Master of Arts in Muslim-Christian Relationship di Hartford Seminary, Connecticut, Amerika Serikat.
Baca juga: Sambut Bulan Kemerdekaan, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan dialog lintas agama, Hartford Seminary menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa pada 2021.
Komentar (0)