Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih, Warga Bekasi hingga Tangerang Bertahan dengan Bantuan Air

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan di sejumlah daerah. Kondisi ini berdampak pada kekeringan dan memicu krisis air bersih.

Di berbagai wilayah, sumur-sumur warga mengalami penurunan debit air, bahkan sebagian di antaranya mengering.

Sementara itu, kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, dan aktivitas sehari-hari tetap harus dipenuhi.

Di tengah kondisi tersebut, banyak warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah maupun sejumlah instansi.

Baca juga: Warga Cipayung Jaya Depok Mulai Alami Kekeringan Imbas Kemarau

Pasokan air itu menjadi harapan agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi meski wilayah mereka dilanda kekeringan.

Bagi warga, bantuan air bersih bukan sekadar pelengkap, melainkan penopang utama di tengah musim kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Kekeringan di Bekasi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebanyak 30.593 jiwa terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Baca juga: Dampak Kekeringan Bekasi, Anak-anak Cibarusah Sering Telat Sekolah karena Mandi di Kali

Mereka tersebar di 23 desa di sembilan kecamatan. Kondisi tersebut menjadikan musim kemarau tahun ini sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi.

"Dampak musim kemarau tahun ini telah menyebabkan 10.254 kepala keluarga (KK) atau 30.593 jiwa di Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).

Kekeringan membuat ribuan warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan sehari-hari lainnya.

Baca juga: BPBD Sebut Belum Ada Wilayah di Kota Tangerang yang Alami Kekeringan

Di tengah keterbatasan tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi bersama sejumlah instansi pemerintah, perusahaan, organisasi kemanusiaan, dan lembaga sosial terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.

Kekeringan di Bogor

Sekitar 145 keluarga di RT 03 dan RT 04 RW 02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, terdampak kekeringan.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.

Baca juga: Ekonomi Sudah Susah, Masak Harus Keluar Uang Beli Air Saat Warga Bekasi Dilanda Kekeringan

"Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 4.000 liter sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko dalam keterangan resminya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Warga Kota Bogor yang mengalami kekeringan dapat melaporkan kondisi tersebut secara mandiri kepada BPBD Kota Bogor melalui nomor hotline Pusdalops, 088809112569.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gelontoran Sponsor Piala Presiden 2026 Tembus Rp70 Miliar, Rating Siaran Cetak Rekor
• 15 jam lalu
0
thumb
[FULL] Aryanto Sutadi-Hermawan Sulistyo Soroti Dugaan Keterkaitan Sutrimo di Kasus Eks Jampidsus
• 14 jam lalu
0
thumb
Samsung Prediksi Krisis Pasokan Chip Global Akan Memburuk pada 2027
• 11 jam lalu
0
thumb
Dilaporkan ke MKD DPR, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum soal 'Wartawan bak Sirkus'
• 23 jam lalu
0
thumb
Pendaftaran Kartu Gratis Transjakarta Dibuka di 2 Lokasi CFD Hari Ini, Kuota Terbatas
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.