JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah mal di bawah naungan Pakuwon Group memasang pagar di sekitar bangunannya, termasuk Mal Kota Kasablanka dan Blok M Plaza di Jakarta Selatan.
Pemagaran ini kemudian dikaitkan warganet dengan kerusuhan unjuk rasa pada Agustus tahun lalu, yang dikhawatirkan terulang kembali.
Namun hal tersebut sudah dibantah oleh Direktur Marketing Pakuwon Group dan Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi.
Baca juga: Psikologi Pagar dan Penularan Kecemasan
Untuk itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Budi Hermanto mengimbau agar masyarakat tidak melempar bola panas ke jagat maya tanpa verifikasi.
Sebab, narasi pemasangan pagar sebagai antisipasi demo besar Agustus 2026 ini dapat menimbulkan kekhawatiran dan keresahan masyarakat secara umum.
“Kami juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk kita bijak memberikan informasi, jangan berpersepsi, jangan membuat kegaduhan ataupun opini publik dengan rasa kekhawatiran di bulan Agustus dan September,” kata Budi ditemui di kawasan Monumen Nasional, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: Ketum Apindo Buka Suara Soal Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi
Menurut Budi, narasi yang beredar berpotensi mengganggu tatanan aktivitas masyarakat sehari-harinya.
Untuk itu, dia meminta para pegiat media sosial juga mempertimbangkan kembali sebelum menyebarkan informasi berangkat dari asumsi pribadi.
“Masyarakat kita masih memiliki suatu aktivitas kegiatan-kegiatan rutin. Mereka yang sekolah, mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan pekerjaan rutin, UMKM, dan tetaplah berjalan seperti biasanya,” tutur Budi.
Baca juga: James Riady Nyatakan Lippo Mall Tak Ikut Pasang Pagar Tinggi: 10 Tahun Ini Kita Bongkar
Budi juga mengimbau pengelola mal untuk lebih terbuka dengan alasan pemagaran yang dilakukan.
Sebab, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sampai meminta pagar dilepas agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebih.
“Nah, ini artinya (harus) ada statement juga dari pihak-pihak manajemen untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Jadi jangan sampai menimbulkan persepsi dan asumsi, dengan pembangunan pagar tinggi seolah sudah situasi mencekam,” kata Budi.
Baca juga: Mal Kota Kasablanka Dipasangi Pagar, Ada Apa?
Budi memastikan, hingga kini Jakarta dan sekitarnya masih cukup aman dan kondusif dari kerusuhan.
Budi bilang, pihaknya akan berupaya maksimal untuk memastikan kondisi ini tetap bertahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)