REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku memantau fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dan kawasan perkantoran. Menurut dia, pemasangan pagar tersebut diduga dipicu kekhawatiran sebagian pelaku usaha terhadap potensi kerusuhan seperti yang terjadi pada Agustus 2025.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memastikan kondisi ibu kota tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, termasuk pelaku usaha. Karena itu, ia menilai pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan dan perkantoran tidak perlu dilakukan secara berlebihan.
Baca Juga
Mal Pasang Pagar, Pramono: Nanti Kita Suruh Lepas
Pramono Respons Usulan Bahlil soal Bus Transjakarta Berbahan Bakar Hidrogen
Pramono Pastikan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Beroperasi Agustus, Tanggal Menyusul
"Secara pribadi sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan apa pun Jakarta itu aman, nyaman, dan juga bagi para pelaku bisnis, termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya, tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan," kata Pramono, Sabtu (1/8/2026).
Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan segera berkoordinasi terkait penertiban pagar yang dibangun secara berlebihan. Menurut dia, fenomena tersebut justru dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja," ujar Pramono.
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum. Menurut dia, hingga kini tidak ada potensi gangguan keamanan di Jakarta.
"Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," kata Pramono.
Komentar (0)