Cerita ASN Pengalaman Tinggal di IKN, Komentarnya Tak Terduga

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah pegawai ASN dari Otorita IKN menuju hunian masing-masing di Ibu Kota Nusantara. (Dok. Humas Otorita IKN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pukul lima sore, lalu lintas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara mulai lengang. Di salah satu halte di depan Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah pegawai terlihat berjalan santai dan menunggu bus dalam kota gratis menuju hunian masing-masing. Tidak ada perjalanan berjam-jam yang harus ditempuh sebelum tiba di rumah, cukup menghabiskan waktu 10 menit perjalanan.

Bagi Mirfa, seorang pegawai ASN dari Otorita IKN yang telah menetap di Nusantara selama satu tahun, perubahan yang paling terasa bukan hanya lokasi kantor yang dekat, tetapi juga ritme hidup yang berbeda.

Baca: Anak Hashim Keponakan Prabowo ke IKN, Beri Penilaian Tak Terduga

"Dulu setelah pulang kerja rasanya sudah capek karena perjalanan panjang. Sekarang selesai kerja masih sempat jogging atau ikut latihan badminton. Rasanya hari belum benar-benar selesai setelah jam kantor," ujarnya.


Cerita serupa juga dirasakan banyak pekerja dari berbagai lembaga dan dunia usaha yang kini tinggal di kawasan Nusantara. Kehadiran hunian, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, layanan kesehatan, hingga pusat kuliner mulai membentuk ritme kehidupan baru yang lebih dekat antara tempat tinggal dan tempat bekerja. Konsep ini sejalan dengan pendekatan kota layak huni yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai pusat pembangunan kota.

Konsep kota yang menghubungkan hunian, perkantoran, kawasan komersial, hingga fasilitas publik membuat banyak aktivitas dapat dilakukan tanpa harus bergantung pada kendaraan. Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang saling terkoneksi memudahkan masyarakat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan nyaman.

Sejumlah pegawai ASN dari Otorita IKN menuju hunian masing-masing di Ibu Kota Nusantara. (Dok. Humas Otorita IKN) Foto: Sejumlah pegawai ASN dari Otorita IKN menuju hunian masing-masing di Ibu Kota Nusantara. (Dok. Humas Otorita IKN)

Bagi sebagian orang, perubahan itu mungkin hanya soal perjalanan yang lebih singkat. Namun bagi mereka yang menjalaninya setiap hari, sepuluh menit perjalanan pulang berarti waktu yang kembali dimiliki. Waktu yang dulu habis di kemacetan kini berubah menjadi kesempatan untuk berlari di sore hari, mengikuti komunitas berkebun, bersepeda bersama teman, bercengkerama dengan kualitas lebih baik dengan keluarga atau sekadar menikmati ruang terbuka sebelum matahari terbenam.

Di akhir pekan, Mirfa kerap mengajak keluarganya berjalan kaki menikmati ruang terbuka di sekitar kawasan. Baginya, kota bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat membangun kehidupan.

Baca: Anak Hashim Keponakan Prabowo Takjub Air Keran di IKN Bisa Diminum

"Saya berharap ke depan semakin banyak fasilitas yang lengkap, sekarang jalur pejalan kaki semakin terhubung, sangat nyaman rasanya jalan sore hari, menikmati senja di belakang Istana Garuda sambil menghirup udara sore di IKN yang bersih. Saya senang sekali sih," katanya sambil mengawasi anaknya bermain.

Nusantara masih terus bertumbuh. Jalan baru dibangun, layanan publik terus dilengkapi, dan aktivitas ekonomi bertumbuh dan berkembang. Di balik pembangunan fisik tersebut, gaya hidup sehari-hari warga yang menetap perlahan ikut berubah, ditandai bukan hanya oleh fasilitas sarana dan prasarana yang berdiri, tetapi juga oleh hadirnya waktu yang lebih berkualitas, akses yang semakin mudah, udara yang segar dan harapan akan mutu kehidupan yang lebih baik.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Otorita Ungkap Dampak Pembangunan IKN ke Ekonomi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Klasemen Piala Presiden 2026: Persib Kunci Juara Grup A
• 21 jam lalu
0
thumb
Dari Sensus Ekonomi 2026, Ada Pelaku UMKM yang Harap Naik Kelas
• 22 jam lalu
0
thumb
BMKG: Surabaya dan Sebagian Besar Jatim Cerah Berawan Saja Hari Ini
• 12 jam lalu
0
thumb
AKP Siti Persembahkan Hoegeng Awards ke Keluarga: Nak, Maaf Mama Jarang Pulang
• 16 jam lalu
0
thumb
Komponen Hidran di Sejumlah Titik Jakarta Raib Dicuri, Begini Kata Pramono
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.