Masih Bergunakah Ilmu Sosial?

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

SELAMA beberapa dekade, ukuran ilmu yang berdampak cenderung mengikuti logika ilmu eksakta.

Sebuah inovasi dianggap berhasil jika menghasilkan teknologi baru, obat baru, aplikasi baru, atau mesin baru. Dampaknya mudah dilihat, dihitung, dan dipamerkan. 

Sebaliknya, ilmu sosial sering kali berhenti pada publikasi, teori, atau kritik terhadap realitas.

Padahal, masyarakat tidak hidup hanya dengan teknologi. Mereka hidup dalam sistem sosial, hukum, budaya, agama, politik, ekonomi, dan komunikasi.

Dan banyak persoalan besar justru muncul dari kegagalan mengelola dimensi-dimensi tersebut.

Menurut saya, ada beberapa sebab ilmu sosial kurang berdampak. Pertama, orientasi akademik selama ini masih terlalu kuat pada publikasi daripada penyelesaian masalah.

Kedua, penelitian sering selesai ketika artikel diterbitkan.

Baca juga: Retorika Prabowo Menurunkan Popularitas Sendiri

Ketiga, masyarakat tidak dilibatkan sejak awal. Keempat, pemerintah jarang menjadikan hasil penelitian sosial sebagai dasar desain kebijakan.

Selain empat hal di atas, banyak penelitian ilmu sosial berhenti pada rekomendasi normatif, seperti "perlu meningkatkan...", "harus memperkuat..." atau "disarankan melakukan..."

Padahal, yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya. 

Saya kira, tantangan terbesar ilmu sosial bukan kekurangan teori, melainkan kekurangan mekanisme transformasi teori menjadi rekayasa sosial (social engineering).

Sehubungan dengan itu, ilmu sosial harus bergeser dari explanatory science menjadi design science.

Baca juga: Hujan Kartu Kuning untuk Gaya Kepemimpinan KDM

Selama ini ilmu sosial lebih banyak menjawab pertanyaan, mengapa kemiskinan terjadi?

Mengapa korupsi sulit diberantas? Mengapa intoleransi muncul?  Mengapa birokrasi lambat? 

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tentu, semua ini penting, tetapi masyarakat juga membutuhkan jawaban tentang bagaimana kemiskinan dapat diturunkan, bagaimana sistem antikorupsi dirancang, bagaimana birokrasi diubah, dan bagaimana konflik dicegah sebelum terjadi? 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dokter dan Pasien Dinilai Memerlukan Ruang Damai
• 3 jam lalu
0
thumb
Jangan Abaikan Pemicu Serangan Jantung, Pembunuh Senyap Mendadak
• 3 jam lalu
0
thumb
Spanyol Kerahkan Tentara ke Ceuta Setelah Ribuan Imigran Ilegal Menerobos Perbatasan dengan Maroko
• 2 jam lalu
0
thumb
Ancaman Ganda dari Menguatnya El Niño dan Dipole Positif Samudra Hindia
• 16 jam lalu
0
thumb
Gempa M5,5 Guncang Seram Bagian Timur Maluku
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.