Cek Kesehatan Gratis Tak Berhenti pada Diagnosis, Pasien Didampingi hingga Pengobatan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Sri Witari tidak pernah membayangkan dirinya divonis mengidap hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, sekaligus obesitas usai melakukan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Bogor Selatan, Jawa Barat.

“Saya syok. Saya benar-benar enggak nyangka. Sering capek, saya pikir ya karena badan besar saja. Saya enggak kepikiran ternyata ada penyakit," ujar Sri kepada para wartawan di Puskesmas Bogor Selatan, Kamis (30/7/2026).

Saat melakukan CKG akhir tahun 2025 lalu, berat badan wanita asal Bogor Selatan ini mencapai sekitar 130 kilogram (kg). Usai hasil CKG keluar, tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Bogor Selatan menjelaskan langkah-langkah yang perlu dijalani Sri Witari untuk dapat mengendalikan penyakitnya.

Ia pun termotivasi untuk mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), berkonsultasi mengenai pola makan, menjalani pengobatan, dan rutin Memantau perkembangan kondisi kesehatannya.

“Awalnya memang berat. Saya terbiasa makan apa saja. Pas mulai diminta ngatur makan, rasanya susah,” ujarnya.

KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Tenaga kesehatan (nakes) sedang memeriksa kesehatan dari Sri Witari saat menerima layanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Bogor Selatan, Bogor, Jawa Barat.

Namun, ia mengaku pendampingan yang diberikan nakes Puskesmas Bogor membuat proses yang dijalaninya menjadi terasa lebih ringan.

"Di sini enggak dimarahi. Dijelasin pelan-pelan, dikasih tahu harus bagaimana. Jadi saya bisa pelan-pelan mengubah kebiasaan."

Sekitar setahun kemudian, perubahan itu mulai terasa. Berat badan Sri turun sekitar 35 kg hingga berada di kisaran 95 kg.

KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Sri Witari berfoto di Puskesmas Bogor Selatan, Kota Bogor, setelah menjalani Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui pemeriksaan tersebut, Sri mengetahui dirinya mengidap diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan obesitas. Kini, setelah menjalani pendampingan dan pengobatan, berat badannya turun sekitar 35 kilogram dan kondisi kesehatannya berangsur membaik.

Pemeriksaan menjadi awal pengobatan

Bagi Sri, pemeriksaan kesehatan bukan lagi sekadar mengetahui hasil laboratorium atau diagnosis penyakit. Namun, menjadi awal perjalanan mengenali tubuhnya sendiri, menjalani pengobatan dengan lebih disiplin, dan menjaga kesehatannya agar tetap dapat menikmati aktivitas bersama keluarga.

“Sekarang saya jadi tahu pentingnya olahraga setiap hari, pentingnya kontrol rutin, sama harus lebih peduli sama kesehatan sendiri," katanya.

Atas dasar pengalaman tersebut, Sri mengaku tak lagi ragu mengajak orang-orang di sekitarnya mengikuti Cek Kesehatan Gratis.

"Dulu saya juga takut dan enggak tahu CKG itu apa. Tapi setelah ikut, saya malah bersyukur. Jadi jangan takut buat periksa. Lebih baik tahu dari sekarang daripada nanti pas sudah sakit baru menyesal," ujarnya.

Apa yang dialami Sri menunjukkan bahwa manfaat pemeriksaan kesehatan tidak berhenti ketika seseorang mengetahui hasil diagnosisnya. Justru setelah itu, pendampingan menjadi bagian penting agar kondisi kesehatan dapat dikendalikan.

Pengalaman yang hampir serupa dialami Karina Rahmawati (30). Ia datang ke Puskesmas Bogor Selatan dengan keluhan batuk dan sesak napas yang tak kunjung sembuh.

Selama beberapa bulan, Karina mengira keluhan tersebut hanyalah batuk biasa. Sempat dirujuk ke rumah sakit untuk rontgen dan ternyata paru-parunya berkabut karena tuberkulosis (TB).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

KOMPAS.com/Muhammad Rizqan Alfarisi Karina Rahmawati sedang berkonsultasi dengan salah satu nakes untuk kelanjutan dari penanganan TB yang ia alami. Diagnosis TB tersebut Karina dapatkan setelah dirinya mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Puskesmas Bogor Selatan, Bogor, Jawa Barat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MPRO Terkoreksi 23,74 Persen, Pimpin Deretan Saham Top Losers Pekan Ini
• 5 jam lalu
0
thumb
Kemenkum Peduli Salurkan 750 Paket Sembako Hingga Gelar Sunatan
• 21 jam lalu
0
thumb
Infografis Daftar Kenaikan Tukin Prajurit TNI
• 18 jam lalu
0
thumb
6 Dokter Internship Meninggal di 2026, Anggota Komisi IX Minta Evaluasi Total
• 10 jam lalu
0
thumb
Dramatis! TNI Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang Sedalam 50 Meter
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.