JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli menanggapi penurunan harga Pertamax per 1 Agustus 2026.
Walaupun penurunan harga itu tidak banyak angkanya, tetapi ia tetap menyampaikan apresiasi.
"Karena bagaimanapun juga memang daya beli kelas menengah memang sudah sangat tertekan. Harapannya dengan ada penurunan, walaupun sedikit, itu tetap menjadi bantalan," ujarnya dalam program Breaking News KompasTV, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Pada level makro, Dipo menyinggung tentang angka inflasi di bulan Juni 2026 yang dinilainya sudah cukup tinggi, di angka 3,34 persen (year-on-year).
"Jadi harapannya dengan Pertamax turun ini, itu juga sedikit meredam, walaupun harapannya tetap harusnya turunnya lebih banyak kalau benar-benar mau mendorong daya beli," ucapnya.
Baca Juga: Daftar Harga Pertamax Seluruh Wilayah Indonesia per 1 Agustus 2026, Mulai Rp14.950 per Liter!
Ia merinci, harga Pertamax per Desember 2025 ada di angka Rp12.750 per liter, tetapi hari ini ada di angka Rp15.950 per liter setelah turun harga.
Dilihat dari kedua data itu, selisih harga pada Desember tahun lalu dengan saat ini ada di angka Rp3.200. Menurutnya, selisih harga itu tetap substansial untuk kebanyakan orang.
Oleh karena itu, Dipo menilai, jika ingin daya beli masyarakat didongkrak lagi, harapannya pemotongan harga Pertamax bisa lebih banyak dari yang terjadi sekarang.
Diberitakan KompasTV sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga jual Pertamax dari Rp16.250/liter menjadi Rp15.950/liter mulai hari ini, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- pertamax
- harga pertamax turun
- bbm
- bahan bakar minyak
- pertamina
- ekonom






Komentar (0)