Gaza disebut memasuki babak baru menuju perdamaian. Pada malam 30 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai sebuah kesepakatan bersejarah, di mana seluruh kelompok bersenjata di Gaza akan melucuti senjata sepenuhnya, dan wilayah tersebut pada akhirnya akan dikelola oleh pemerintahan Palestina yang baru.
EtIndonesia.com Pada 30 Juli 2026 malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan di platform Truth Social. Ia menulis : “Hari ini, Dewan Perdamaian telah mencapai sebuah kesepakatan bersejarah. Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza akan melucuti senjata sepenuhnya. Ini merupakan tonggak penting menuju perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.”
Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah kunci menuju pemerintahan baru Palestina yang nantinya akan memerintah Gaza. Pemerintahan tersebut akan bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian untuk membantu rakyat Palestina.
Pada saat yang sama, Israel juga akan memperoleh jaminan keamanan yang layak, dan Gaza tidak lagi akan digunakan sebagai basis serangan teroris.
Trump menjelaskan bahwa ini merupakan tonggak penting dalam pelaksanaan “Rencana 20 Poin Trump”. Kesepakatan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dan hati-hati. Setelah proses pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan ditarik dari Gaza.
Selanjutnya, Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force) akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk menjaga keamanan warga Gaza serta negara-negara tetangganya.
Trump kembali menegaskan bahwa ancaman seperti serangan 7 Oktober tidak boleh terulang lagi. Berdasarkan kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya akan diserahkan kepada sebuah pemerintahan Palestina yang benar-benar mengabdi kepada rakyat Palestina.
Trump juga menyatakan bahwa meskipun telah tercapai kemajuan yang bersejarah, Gaza masih mengalami kerusakan berat akibat perang dan proses rekonstruksinya akan menjadi tugas yang sangat besar.
Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan tercapainya kesepakatan ini terutama berkat upaya para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turkiye, serta anggota tim pemerintahan Trump. Ia menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat kepada semua pihak yang terlibat.
Trump menutup pernyataannya dengan mengatakan : “Selamat kepada semua pihak atas kemajuan luar biasa ini! Sebelumnya, semua orang mengira hal ini tidak akan pernah mungkin tercapai.”
Disusun berdasarkan laporan wartawan Jin Hong/Editor: Li Quan






Komentar (0)