JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengungkap daerah yang mengalami kekeringan.
Dari sejumlah daerah yang mengalami kekeringan, sebagian di antaranya menetapkan status siaga darurat.
"Hingga hari Kamis (31/7) kemarin, BNPB mencatat sudah 13 provinsi di Indonesia yang terdampak kekeringan meteorologis. Dari 13 provinsi ini, ada 47 kabupaten/kota, 6 provinsi di antaranya sudah menetapkan status siaga darurat," kata Muhari dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, jika provinsi sudah menetapkan status siaga darurat, artinya sudah membutuhkan dukungan atau intervensi dari pemerintah pusat.
Muhari mengungkap, daerah yang mengalami kekeringan dan sudah menetapkan siaga darurat, rata-rata merupakan provinsi yang historisnya mengalami kebakaran hutan dan lahan, seperti Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel.
Baca Juga: 6 Kecamatan dan 9 Desa di Lumajang Dilanda Kekeringan, Warga Andalkan Bantuan Air Bersih
Sementara itu, jumlah kabupaten/kota yang sudah menetapkan status siaga darurat ada 24 daerah yang dominan tersebar di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara.
Muhari menyatakan, Kepala BNPB sudah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi kekeringan di sejumlah daerah tersebut.
Menurutnya, Presiden Prabowo memberikan atensi sangat tinggi terhadap kondisi itu.
Ia mengungkap Presiden Prabowo sudah melakukan rapat kabinet terbatas khusus membahas antisipasi kekeringan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kekeringan
- bnpb
- siaga darurat
- siaga darurat kekeringan
- abdul muhari
- presiden prabowo subianto






Komentar (0)