Prabowo Sebut Konflik Selat Hormuz Berpotensi Berlangsung Lama

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik global saat ini berada dalam kondisi rawan. Prabowo mengatakan, perang di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022 bahkan berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan Perang Dunia II.

"Situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan. Sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat. Di kontinent, di benua Eropa perang besar. Perang besar ini di Ukraine ini sudah lebih lama dari perang dunia pertama ini mungkin akan lebih lama dari perang dunia kedua,” ucap Prabowo saat Pertemuan dengan Pengusaha KADIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).

Kata Kepala Negara itu, perang Ukraina telah berlangsung selama empat tahun dan telah menelan jutaan korban jiwa.

"Perang dunia kedua mulai September 1939, habis itu [19]40, 41, 42, 43. Habis itu pertengahan [19]45 jadi 5 tahun. Perang Ukraine mulai tahun [20] 22. 22, 23, 24, 25. Sudah masuk [20]26,” katanya.

Prabowo menilai dampak konflik tersebut telah merambat ke berbagai sektor, mulai dari harga pangan hingga harga BBM.

Dia melanjutkan, ketegangan global semakin meningkat karena konflik di Timur Tengah juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Menurutnya, situasi di Selat Hormuz yang melibatkan Iran-AS masih berpotensi berlangsung lama.

"Di teluk di Selat Hormuz, Iran sampai sekarang belum selesai. Dan kemungkinan akan juga cukup lama. Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan,” jelas Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti konflik yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut perang saudara di Myanmar menjadi bukti ASEAN yang selama ini dikenal sebagai kawasan damai juga menghadapi tantangan keamanan.

"Di Myanmar berkecamuk perang saudara dengan belasan atau puluhan milisi-milisi bersenjata didukung oleh negara-negara lain,” tutur Prabowo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Proyek Pipa Gas Dumai-Sei Mangkei Capai 32%, Bakal Beroperasi Akhir 2027
• 4 jam lalu
0
thumb
Dirjen Dikti Terima Audiensi FORKOM PPPI di UHO, Bahas Masa Depan Pendidikan Profesi Insinyur
• 22 jam lalu
0
thumb
Dorong Industri Otomotif RI, Menperin: Insentif EV Hanya untuk Mobil dan Motor Listrik Nasional
• 11 jam lalu
0
thumb
Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia
• 1 jam lalu
0
thumb
Meriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Gelar Pesta Rakyat Sehari Penuh di Monas
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.