Jakarta: Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menegaskan hasil survei harus dipandang sebagai instrumen evaluasi. Naik-turunnya tingkat elektabilitas maupun kepuasan publik merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi, terlebih ketika pemerintah sedang menjalankan berbagai kebijakan strategis.
"Bagi Partai Gerindra, survei adalah instrumen evaluasi yang baik, tetapi bukan penentu arah kebijakan. Angka elektabilitas atau kepuasan publik itu sifatnya dinamis, naik turun di survei adalah hal yang lumrah dalam demokrasi," kata Sugiat melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu menjelaskan dinamika hasil survei tidak bisa dilepaskan dari proses penataan dan transisi kebijakan besar yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, pembenahan anggaran, stabilisasi harga, hingga persiapan berbagai program nasional memang dapat memunculkan respons publik yang beragam.
"Naik-turunnya angka survei adalah hal yang wajar dalam proses penataan dan transisi kebijakan besar. Ketika pemerintah sedang melakukan pembenahan mendasar, seperti penataan anggaran, stabilisasi harga, dan persiapan program skala nasional, reaksi publik memang bisa sangat dinamis," ungkap Sugiat.
Sugiat juga mengingatkan bahwa masa pemerintahan Presiden Prabowo belum genap berjalan dua tahun. Ia menilai terlalu dini apabila perhatian publik hanya terfokus pada fluktuasi hasil survei.
"Kontestasi politik dan pemilu berikutnya masih sangat jauh. Pemerintahan juga belum genap berjalan 2 tahun. Pada 20 Oktober 2026 nanti baru 2 tahun. Sangat tidak bijak jika energi pemerintah dan perhatian publik habis disedot oleh polemik naik-turunnya angka survei di awal perjalanan. Sekarang adalah waktunya bekerja keras, bukan bertanding wacana," sebut Sugiat.
Ia mengibaratkan pemerintahan saat ini sedang membangun fondasi yang kuat. Sehingga, berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Ibarat membangun rumah yang kokoh, fondasinya harus kuat dulu. Pemerintah saat ini sedang menata fondasi tersebut. Kan butuh waktu. Begitu pelayanan publik bergerak dijalankan maksimal dan dampak positifnya makin masif, kepercayaan publik tentu akan berlipat ganda," ujar Sugiat.
Baca Juga :
Dasco Pelajari Hasil Survei terkait Kepuasan Publik Atas Kinerja Prabowo"Partai Gerindra sama sekali tidak panik dengan penurunan atau dinamika angka survei. Justru angka-angka ini kami baca secara jernih sebagai alarm pengingat dan aspirasi jujur dari masyarakat yang harus direspons dengan percepatan kinerja, bukan dengan kegelisahan politik," kata Sugiat.
Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperluas akses pelayanan kesehatan.
"Yang rakyat butuhkan hari ini adalah harga kebutuhan pokok yang stabil, lapangan kerja yang terbuka luas, pendidikan berkualitas, dan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau. Ke sinilah seluruh energi pemerintah difokuskan," ungkap Sugiat.
Sugiat optimistis tingkat kepuasan publik akan kembali meningkat seiring berbagai program strategis pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami sangat optimistis, seiring dengan makin matangnya eksekusi program strategis pemerintah dan manfaatnya mulai dirasakan langsung di dapur-dapur rumah tangga rakyat, angka kepuasan publik dan survei akan dengan sendirinya merangkak naik kembali," ucap Sugiat.
Ia menambahkan pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan mendasar bangsa, termasuk melanjutkan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penataan ekonomi.
"Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen menyelesaikan persoalan mendasar bangsa, termasuk keberlanjutan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penataan ekonomi. Kadang, kebijakan yang tepat untuk masa depan bangsa butuh proses dan tidak langsung populer seketika, namun harus berani diambil demi kemaslahatan rakyat," kata Sugiat.
Sugiat juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menjadikan hasil survei sebagai alat untuk membangun opini politik jangka pendek yang dapat mengganggu fokus pemerintah.
"Kami imbau semua pihak agar bijak melihat survei. Jangan sampai survei dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mendegradasi fokus kerja pemerintah atau sekadar membingkai opini publik demi kepentingan politik jangka pendek," ujar Sugiat.
Menurutnya, proses pembenahan anggaran, penguatan ketahanan pangan, pelaksanaan program MBG, hingga perbaikan tata kelola birokrasi kini telah memasuki tahap eksekusi yang semakin matang.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setpres.
"Proses pembenahan, konsolidasi anggaran, dan penataan program-program unggulan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, dan perbaikan tata kelola birokrasi, kini sudah memasuki tahap eksekusi matang. Dalam beberapa bulan ke depan, dampak langsungnya akan dirasakan secara nyata oleh masyarakat hingga ke tingkat kepuasaan masyarakat meningkat kembali," ungkap Sugiat.
Sugiat menegaskan Presiden Prabowo beserta jajaran kabinet saat ini fokus menjalankan amanah rakyat. "Bagi Presiden dan jajaran Kabinet, amanah sedang di pundak. Tugas kapten adalah memastikan kapal Indonesia menembus gelombang dan membawa seluruh rakyat sampai ke tujuan dengan selamat dan sejahtera," sebut Sugiat.
Di sisi lain, Partai Gerindra akan terus mengawal jalannya pemerintahan. Sehingga, birokrasi tetap berorientasi pada pelayanan publik.
"Partai Gerindra akan terus mengawal agar birokrasi tetap menjadi mesin pelayanan publik yang responsif, bukan mesin pencitraan. Kami menjadikan setiap hasil survei sebagai pengingat internal untuk terus meningkatkan kinerja, tanpa pernah kehilangan arah dari komitmen utama bekerja sepenuhnya untuk rakyat," kata Sugiat.
Ia memastikan seluruh kader Partai Gerindra bersama partai-partai koalisi tetap berada dalam satu komando untuk mengawal pelaksanaan seluruh kebijakan Presiden. Sehingga, berbagai program pemerintahan terealisasi tepat sasaran.
"Kami tidak hanya optimis di atas kertas, tetapi kami turun langsung ke lapangan mengawal instrumen pemerintah agar senyum rakyat kembali terpancar dan optimisme bangsa makin menguat," ujar Sugiat.





Komentar (0)