Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas super bulu putri versi World Boxing Council (WBC) Caroline Veyre akan diuji Bernice Ferreira saat mempertahankan gelar juara pertamanya pada 15 Agustus di Farm Arena, Atlanta, Amerika Serikat.
"Saya ingin membuktikan bahwa saya adalah juara di divisi ini, dan satu-satunya cara untuk menunjukkannya adalah dengan menghadapi juara-juara lainnya,” kata Veyre dalam laman resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Veyre meraih salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya saat merebut gelar juara yang kosong pada Februari 2026 dengan mengalahkan mantan juara dunia Delfine Persoon.
Petinju asal Kanada berusia 37 tahun itu memiliki pengalaman panjang di dunia tinju amatir kala mewakili negaranya pada Olimpiade. Di level profesional, Veyre terus menunjukkan konsistensi dan kini membukukan rekor 11 kemenangan dan sekali kalah.
Kini, Veyre bersiap menghadapi laga mempertahankan sabuk juara pertamanya dalam pertemuan dua juara guna membuktikan diri sebagai yang terbaik di kelas super bulu putri.
Baca juga: Fundora berpotensi naik ring pada Oktober untuk pertahanan gelar juara
"Lawan saya memiliki rekor 10-0 dan seorang juara, dan itulah mengapa saya menginginkan pertarungan ini. Saya tidak menjadi juara dunia untuk menghindari tantangan," kata Veyre.
Lawan Veyre, Ferreira, akan masuk ring dengan membawa rekor tak terkalahkan dengan 10 kemenangan, termasuk empat kemenangan KO. Namun, sebagian besar pertarungan Ferreira berlangsung di Afrika Selatan melawan lawan yang kurang dikenal di kancah internasional.
Petinju asal Afrika Selatan itu juga memegang sabuk juara kelas super bulu putri International Boxing Organization (IBO) dan akan mendapatkan kesempatan pertama dalam kariernya untuk memperebutkan gelar juara dunia WBC.
Dalam pertarungan itu, Veyre akan berupaya memperkuat posisinya sebagai juara WBC, sementara Ferreira akan mengincar kemenangan terbesar dalam kariernya dengan merebut gelar juara dunia pertamanya.
Baca juga: World Boxing cabut sanksi, tinju Rusia kembali ke panggung dunia
"Saya ingin membuktikan bahwa saya adalah juara di divisi ini, dan satu-satunya cara untuk menunjukkannya adalah dengan menghadapi juara-juara lainnya,” kata Veyre dalam laman resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Sabtu.
Veyre meraih salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya saat merebut gelar juara yang kosong pada Februari 2026 dengan mengalahkan mantan juara dunia Delfine Persoon.
Petinju asal Kanada berusia 37 tahun itu memiliki pengalaman panjang di dunia tinju amatir kala mewakili negaranya pada Olimpiade. Di level profesional, Veyre terus menunjukkan konsistensi dan kini membukukan rekor 11 kemenangan dan sekali kalah.
Kini, Veyre bersiap menghadapi laga mempertahankan sabuk juara pertamanya dalam pertemuan dua juara guna membuktikan diri sebagai yang terbaik di kelas super bulu putri.
Baca juga: Fundora berpotensi naik ring pada Oktober untuk pertahanan gelar juara
"Lawan saya memiliki rekor 10-0 dan seorang juara, dan itulah mengapa saya menginginkan pertarungan ini. Saya tidak menjadi juara dunia untuk menghindari tantangan," kata Veyre.
Lawan Veyre, Ferreira, akan masuk ring dengan membawa rekor tak terkalahkan dengan 10 kemenangan, termasuk empat kemenangan KO. Namun, sebagian besar pertarungan Ferreira berlangsung di Afrika Selatan melawan lawan yang kurang dikenal di kancah internasional.
Petinju asal Afrika Selatan itu juga memegang sabuk juara kelas super bulu putri International Boxing Organization (IBO) dan akan mendapatkan kesempatan pertama dalam kariernya untuk memperebutkan gelar juara dunia WBC.
Dalam pertarungan itu, Veyre akan berupaya memperkuat posisinya sebagai juara WBC, sementara Ferreira akan mengincar kemenangan terbesar dalam kariernya dengan merebut gelar juara dunia pertamanya.
Baca juga: World Boxing cabut sanksi, tinju Rusia kembali ke panggung dunia






Komentar (0)