Liputan6.com, Jakarta - Pengusutan jaringan buzzer berbayar yang telah menyeret delapan tersangka terus bergulir. Polda Metro Jaya kini mengantongi puluhan akun lain yang diduga ikut terlibat dalam jaringan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, akun yang ditelusuri tidak hanya berbentuk personal, tetapi juga grup.
Advertisement
“Ada yang berbentuk personal, ada yang berbentuk grup. Ini cukup banyak,” kata Iman kepada wartawan, Sabtu (1/8/2026).
Saat ditanya apakah jumlah akun yang telah dikantongi mencapai puluhan, Iman menjawab singkat, “Lebih," ujar dia.
Namun, Iman belum membeberkan nama maupun identitas akun tersebut. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk kepentingan pengembangan penyidikan karena jaringan buzzer diduga bekerja menggunakan metode sel terpisah.
“Bukan kami tidak mau menyebutkan, tapi dalam proses penyidikan ini, rekan-rekan harus ketahui bahwa buzzer-buzzer ini melakukan perbuatan hukumnya itu menggunakan metode sel yang terpisah,” ujarnya.





Komentar (0)