Kementerian PKP Bangun Rusun MBR di Tapos, Gunakan Lahan Pemkot Depok 1 Hektare

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian PKP menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Tapos, Kota Depok.

Kementerian PKP Bangun Rusun MBR di Tapos, Gunakan Lahan Pemkot Depok 1 Hektare. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Tapos, Kota Depok.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, mengungkap pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas 1 hektare dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Baca Juga:
Kementerian PKP Targetkan Serapan Anggaran 97,48 Persen di Akhir 2026

"Untuk yang Rusun MBR yang akan dibangun melalui APBN itu akan, insyaallah akan menggunakan tanah yang dipunyai Pemerintah Kota Depok," ungkap Sri dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian PKP, Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, lokasi pembangunan berada di wilayah Tapos yang merupakan kawasan dengan kepadatan penduduk cukup tinggi di Kota Depok. Lahan tersebut juga telah berstatus sebagai aset milik Pemerintah Kota Depok sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rusun.

Baca Juga:
Kementerian PKP Bedah 400 Ribu Unit Rumah Tak Layak Huni, Gandeng Kemendagri dan BPS

"Itu di daerah Tapos jadi yang pasti di daerah situ termasuk daerah padat penduduk di Depok gitu, dan itu memang sudah menjadi lahan milik Pemerintah Kota Depok," kata dia.

Sementara itu rencana pemanfaatan lahan milik Komdigi masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah masih mendiskusikan berbagai aspek, mulai dari proses, mekanisme, hingga skema yang akan digunakan.

Baca Juga:
Kementerian PKP Godok Undang-Undang Perumahan untuk Atasi Backlog

Terkait luas lahan yang akan digunakan di Tapos, Sri menyebut lokasi tersebut berada di kawasan Cilangkap dengan luas sekitar 1 hektare lebih. Namun, tidak seluruh lahan akan dimanfaatkan karena tahap awal pemerintah hanya merencanakan pembangunan satu menara (tower) rusun.

"Sebetulnya di situ ada 1 koma sekian hektare ya, tapi yang digunakan itu kan tidak banyak ya karena kita rencana di situ akan membikin 1 tower saja gitu," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kehadiran PFII Dinilai Buka Peluang Diversifikasi Ekonomi Bali di Luar Pariwisata
• 17 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar di Solok, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara
• 1 jam lalu
0
thumb
Dicap Londo Ireng, Puluhan Wartawan Sampang Demo Desak Presiden Prabowo Minta Maaf
• 18 jam lalu
0
thumb
Piala Presiden 2026: Bernardo Tavares Mewanti-wanti Persebaya, Port FC Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan
• 23 jam lalu
0
thumb
Ribut-ribut Deddy PDIP Vs Wartawan Parlemen Berbuntut Panjang
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.