Ribut-ribut Deddy PDIP Vs Wartawan Parlemen Berbuntut Panjang

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pernyataan anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus soal 'kayak sirkus' saat rapat Komisi II DPR berbuntut panjang. Kini, Koordinator Wartawan Parlemen (KWP) melaporkan Deddy Sitorus ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Dirangkum detikcom, Jumat (31/7/2026), peristiwa bermula saat wartawan memantau rapat Komisi II DPR RI di depan ruang rapat Komisi II, gedung Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Lalu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terlihat mendatangi ruang rapat.

Baca juga: Dilaporkan Wartawan Parlemen ke MKD DPR, Ini Respons Deddy PDIP

Wartawan terlihat mendokumentasikan kehadiran Dasco yang berjalan menuju ruangan. Kemudian, pintu ruang rapat Komisi II DPR yang semula tertutup langsung terbuka dan Dasco tampak memasukinya. Wartawan juga ikut menyerbu masuk.

Tak lama dari momen itu, terdengar suara Deddy Sitorus mengatakan 'kayak sirkus'. Deddy juga terdengar berucap 'ke atas'. Atas hal ini, Koordinatoriat Wartawan Parlemen keberatan dengan pernyataan Deddy Sitorus.

Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra mengaku keberatan dengan pernyataan Deddy karena menganggap Deddy telah menyebut wartawan kayak sirkus. Ia mengatakan KWP memberikan waktu 1x24 jam kepada Deddy Sitorus untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Pada hari ini kami merasa dihina, dilecehkan oleh anggota DPR RI di mana tadi pada acara liputan di Komisi II, yang mana rapat agenda tersebut secara terbuka boleh untuk dilakukan liputan. Namun, atas tindakan dan ucapan yang dilakukan oleh Saudara Deddy Sitorus, yang menyatakan bahwa kami wartawan ini seperti gerombolan sirkus, itu kami anggap pelecehan yang sangat luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers di DPR, Kamis (30/7).

Sementara itu, Deddy Sitorus membantah menyebut wartawan sebagai 'gerombolan sirkus' saat rapat Komisi II DPR. Deddy menegaskan ucapannya ditujukan pada situasi rapat yang dinilainya semrawut.

"Yang saya protes TA dan staf yang bergerombol di dalam, padahal sudah disediakan tempat di balkon. Coba Anda periksa rekamannya, ada nggak saya sebut wartawan? Jangan memfitnah!" ujar Deddy saat dihubungi, Kamis (30/7).

"Sebagai wartawan, baiknya lakukan check and recheck dulu sebelum bereaksi," tambahnya.


(amw/amw)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari Aklamasi Menuju Kolaborasi, Abd. Fajar Pimpin KNPI Jeneponto Periode 2026–2029
• 7 jam lalu
0
thumb
Puncak Harganas ke-33 Sulsel di Wajo Gaungkan Ayah Wajib Hadir
• 21 jam lalu
0
thumb
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tambahan Anggaran 490 Pemda
• 18 jam lalu
0
thumb
IHSG Sepekan Naik 0,64 Persen, Kapitalisasi Pasar Capai Rp 10.923 Triliun
• 6 jam lalu
0
thumb
Harga Pertamax Turun jadi Rp 15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.